Ada tanggalan merah lagi di bulan april 20 2014,  cari tiket murah garuda last minute akhirnya dapat ke Makassar (lagi) saya dan yani memutuskan kali ini akan liburan ala backpacker jadi tujuan nya adalah Tanjung Bira di daerah bulukumba  berjarak 5 jam dari makassar naik kendaraan pribadi.

Image

Kami berangkat malam hari (jam 9:15) naik Garuda dan sampai di makassar kira-kira jam 01:00 dini hari, sebelumnya sudah booking di hotel kanaka giana agak murah 190.000 per malam di daerah bandara lama, lumayan bersih, tapi tidak tersedia hot shower; hanya cold , dan karena kamar di atas harus angkut-angkut barang di pagi hari ke kamar hotel. Ternyata sekarang ada hotel budget Ibis di bandara Hasanudin, jadi next time tentunya akan menginap disitu.

Image
walaupun hanya 3 hari tapi bawaan 9 lt isinya mulai dari daleman sampai lifevest -:)

 

Paginya kami dijemput jam 9 pagi  untuk berangkat ke Bulukumba,  di tengah jalan daerah jeneponte kami melihat sudah banyak berderet

buah-buahan kesukaan kami durian, rambutan, langsat akhirnya kami berhenti sekitar jam 11 di warung penjual durian ; harganya lumayan  50 ribuan dapat 3 ukuran sedang, melihat yang jualan kami tak tega untuk menawar;  rasanya lebih enak dibanding versi terdahulu ketika kami makan di kota makassar.

Image

Sepanjang jalan memasuki area jeneponte ini banyak sekali warung tertulis coto.  kuda , sepertinya daging kuda sudah cukup biasam  dikonsumsi;

Kuda memang banyak terlihat dimana-mana bahkan di sawah-sawah kuda dipakai untuk menarik gerobak dan menuai;  Makan  siang nya kami mampir di warung coto ; tapi kami pesan coto ayam ; lebih layak dimakan sepertinya.

Image

Jalanan menuju ke Tanjung Bira lumayan bagus; hanya dibeberapa tempat saja yang berlubang-lubang, setelah memakan waktu 4 jam lebih kami sampai di Tanjung Bira; masuk ke kawasan ini kita harus bayar dahulu

Image

sampai di tanjung bira kami mencari sunshine homestay, penginapan ala backpacker yang sudah kami booking 3 minggu sebelumnya dengan mbak nImage

mbak nini pemilik guest house yang reviewnya cukup bagus di tripadvosory; tempatnya cukup sederhana tapi bersih, kamar kami di lantai dua terbuat dari kayu-kayuan, beberapa turis dari jerman sudah duduk-duduk di balkon melihat pemandangan.  Sampai di guesthouse kami masih guling-guling meluruskan kaki yang pegal-pegal kelamaan di mobil. menikmati kamar kami yang sejuk dibandingkan suasana diluar yang panas terik karena ada kipas angin yang bertiup kencang di kamar kami.

Image

Setelah agak sore kami berangin-angin keluar melihat pantai tanjung bira dari atas balkon duduk di serambi depan kamar kami menunggu matahari agak tenggelam kami berencana dinner di D’prahu resto yang konon katanya view nya bagus dan bentuknya seperti perahu.

Dengan menyewa motor seharga Rp 75 ribu kami boncengan ke D’perahu di Anda hotel , sebenarImage

Hotel ini bisa dicapai menyusuri pantai tanjung bira tapi karena kami ingin berpetualang  kami melewati jalan biasa, sayangnya yani sudah lama tidak mengendarai motor sehingga saya yang di bonceng harus naik turun motor apabila kami melewati tanjakan dan turunan. Dariuh atas resto ini kita bisa menikmati pemandangan yang indah; ke laut dan kepantai dan dapat melihat ke seluruh penjuru pantai.

Pantai tanjung bira pada saat liburan memang luarbiasa ramai, hotel fully booked, lumayan  juga banyak turis asing lalu lalang di daerah ini.

HARI KE 2

Pagi-pagi hujan turun dengan keras dan gelap dilangit tidak hilang-hilang kami sudah kuatir rencana bisa berantakan apalagi waktu nya terbatas besok sudah harus ke makassar; tapi akhirnya hujan reda juga.

Rencananya hari ini kami akan ke pulau kambing, liukang loe  dan pantai Bara;  Mbak nini sudah membooking kapal untuk kami berdua; tadinya ada yang hendak gabung dengan kami tapi karena takut selera tidak sama maka kami memutuskan untuk membooking kapal itu berdua saja ;  harganya Rp 600 ribu untuk mengunjungi 3 pulau itu.

IMG_2827

Di kapal kami baru memutuskan untuk ke pulau kambing yang jaraknya sekitar 45 menit dari tanjung bira; akhirnya langit benar-benar terang dan kami bisa juga menikmati asin nya air laut di pulau kambing. Pulau ini tidak berpenghuni ; dan tidak ada pantainya ; tapi underwaternya masih bagus ; mirip seperti di pulau koding gareng keke makassar.  Airnya sangat jernih belum terkontaminasi sampah plastik yang biasa ada dimana-mana;  karang nya juga masih hidup semua,  ikan nya tapi tidak terlalu  beragam kami juga bertemu dengan bintang laut yang gemuk dan biru terang.

DSCN0780 DSCN0781 DSCN0782

Pulau ini tidak ada penduduknya; tapi pada saat kami sampai di tepian pulau ada beberapa penduduk yang kata bang husin yang membawa perahu kami mereka dari pulau liukang; kenapa disebut pulau kambing konon katanya di pulau ini pernah dilihat ada kambing berdiri disalah satu bukit nya. Kami cukup lama bermain air di pulau kambing karena sepi dan bagus. Salah satu dari anak-anak yang bermain di tepian pulau

DSCN0810 DSCN0811

mereka fasih sekali bermain perahu tanpa takut membelah laut dari liukang ke pulau kambing.  Hari itu hari sabtu, waktu ditanya “kok gak sekolah” ? mereka jawabnya wali kelas gak masuk jadi libur .

Setelah puas di pulau kambing kami menuju ke pulau leukang untuk makan siang; mampir dulu di tepi pantai nya untuk sekali lagi snorkling ; tapi karang disini tidak sebagus di pulau kambing; sehingga kami cepat saja merapat ke pantai untuk maksi.

IMG_1772

Pantai pulau leukang cukup bersih dan orang sudah ramai di resto satu-satunya tempat makan disana; lumayan cepat kami disajikan ikan bakar  namun kembali  ketemu wisatawan lokal yang volume suaranya super pol; agak pusing juga panas-panas makan ikan bakar pedas dengar orang bicara teriak-teriak;  Saya liat wisman agak berumur tidak makan di resto ini tapi mereka memilih duduk di depan teras rumah penduduk yang agak terpisah jauh dari resto.

IMG_2876
The Help versi Bulukumba
IMG_2883
rombongan hobi teriak-teriak

Setelah selesai makan siang kami keliling-keliling di pantai menikmati keindahan sekitar pulau ini; langit super cerah dan biru sekali; banyak kapal bersandar ke pulau ini menikmati hari libur

IMG_1775 IMG_2880 IMG_2893

Setelah puas kami langsung jalan lagi ke pantai bara; sebenarnya pantai bara ini bagian dari Tanjung bira; karena untuk mencapai pantai ini tidak harus naik kapal tapi bisa menyusuri pantai atau lewat rumah penduduk.

Sesampai disana pun agak ramai sudah pantainya; ada beberapa pasang wisatawan asing; anak-anak remaja dan kelompok lain dari luar kota; yang tiba-tiba menghampiri kami dan bertanya-tanya dari mana kami berasal dan lain sebagainya

IMG_2918 IMG_2966

Jam 5 kami pulang ke sunshine dan makan malam lagi di d’prahu dengan berjalan kaki

Hari Ke 3

Bangun pagi kami sudah dijemput untuk pulang ke Makassar ; Jam 9 kami jalan dan mampir dulu

di pabrik pembuatan perahu layar dan phinisi ; kebetulan saat itu versi phinisi baru saja selesai dan yang sedang dibuat adalah kapal kargo

besar sekali seperti bahtera nuh; kami diperbolehkan untuk naik ke atas dan melihat mereka sedang bekerja.

IMG_3025 IMG_3043 IMG_3090 IMG_3110