Image

Baru pindah kerja membuat jadwal nge trip jadi terbatas, karena belum dapat jatah cuti tentunya .  Tapi melihat tanggalan merah ; Tahun baru Imlek 2014 yang jatuh hari Jum’at langsung membuat kaki gatal-gatal. Apalagi  Jakarta saat itu dikepung banjir dan cuaca hujan terus, membuat kaki kami gatal menggila.

Setelah browsing tiket dan lokasi akhirnya pilihan jatuh ke Pulau Lombok; karena saya dan yani memang belum pernah sama sekali ke pulau itu yang konon kabarnya memiliki pantai – pantai yang indah.

Timbul pertanyaan  dengan waktu yang singkat 3 hari  berangkat  Jumat dini hari dan pulang Senin dini hari ; cara trip apa yang enak, dengan harga yang masih masuk akal.  Sepakat kami memutuskan untuk ke tempat yang sepi namun ada pantai   pilihannya adalah Lombok Timur.  Hotelnya kami pilih Jeeva Beloam Beach Camp,  ini alamat web nya bila tertarik : www.jeevabeloam.com; email camp.host@jeevabeloam.com  telp 62(0) 370 693 035  Terletak di Jalan Pantai Beloam; Tanjung ringgit Sekaroh  Jerowaru Lombok Timur.

Room Rate nya memang agak sedikit mahal sekitar 280 USD / night  , tapi itu sudah termasuk B/L/D dan  jasa tour di sekitar  Tanjung ringgit.

Akhirnya kami sampai di Praya kota terdekat menuju ke Lombok Timur;  Menggunakan maskapai GA kami landing di Bandara  International  Lombok (BIL) Praya  –  Berangkat jam 6 pagi tiba di Praya jam 10 pagi langsung dijemput staff dari Jeeva seragam tshirt putih celana kembang-kembang biru  ala Hawaii

Praya itu lokasinya di lombok tengah dan Jeeva Beloam di Lombok timur memakan waktu 2,5 jam; ditengah perjalanan yani melihat buah durian kesuakaannya ; yang kebetulan memang sedang musim; maka turunlah kami dulu makan 3 butir buah durian khas mataram. Rasanya enak  seperti  durian sumatera namun tidak terlalu pahit dan beralkohol .

DAY 1

Sampai di Jerowaru daerah tempat Jeeva Beloam beach camp jalanan lumayan agak “bumpy” tapi untuk ukuran kami yang biasa mengalami jalan berlubang di Jakarta hal ini biasa saja, masih aman;

Image

Kami masuk di area Jeeva sekitar pukul 3 sore; dari pos jaga ke lokasi camp cukup jauh dan jalannya berbatu-batu; sesampai di area parkir yang kami lihat adalah rumput-rumput tinggi; dengan  terlihat atap beruga (rumah adat lombok) dibaliknya.

Kami naiki tangga yang  ada dan menuju ke lobby camp disambut dengan ramah oleh manager  camp; Haykal;  lalu kami diantar ke beruga#1 paling dekat dengan resto langsung tak sabar kami buka kamar kami; dan ternyata tempat tidurnya besar dan suasana nya nyaman sekali.

Sayang nya Listrik masih mati pukul 15 – 17  kami langsung guling-guling sebentar di kamar sambil melihat keluar pintu dua bukit icon dari Jeeva Beloam terlihat jelas dari kamar kami.

Image

Sudah puas berguling-guling sebelum makan siang kami mengelilingi lokasi pantai depan,

sayang nya tiba-tiba cuaca berubah menjadi gelap  membuat kami segera berlari kearah resto untuk makan.Image

Image

Walau hari agak mendung kami berniat mengikuti acara melihat sunset di pantai Sengui

Saat itu kami adalah satu-satunya tamu di tempat ini; rencananya sore nanti akan datang 1 orang lagi dari malaysia dan 1 couple dari amerika.

Image
yeayyy we’re the only guest here !!

Kami langsung membawa kamera kami tepat jam 4 dan menuju ke parkiran disitu sudah menunggu mobil bak terbuka ala Satpol PP;  sudah terbiasa dengan jalan ala backpacker kami memilih untuk duduk di belakang agar bisa melihat dengan jelas keadaan sekitar

Image

Yang kami lihat sepanjang perjalanan menuju ke pantai segui adalah view perkebunan jagung yang bentuknya berbagai macam; malahan ada perkebunan jagung di atas bukit yang menjorok ke arah laut ; sayangnya karena perjalanan agak bumpy kami agak sulit mengambil photo.

Tiba di pantai Segui lagi-lagi kami adalah satu-satunya pengunjung disini sambil mengobrol dan duduk-duduk di tepi pantai dialasi oleh tikar yang dibawakan oleh pengantar kami yang juga ternyata bertugas juga sebagai ahli terapi pijat ala lombok yang juga ditawarkan oleh jeeva beloam.

yeay !! we're the only guest sittin' on this beach
yeay !! we’re the only guest sittin’ on this beach

Karena cuaca kembali mendung maka kami tidak berhasil mengabadikan turunnya sang surya alias sunset itu; tapi tetap saja kami puas karena sudah cuci mata di Pantai Segui dengan pasirnya yang super putih dan alam yang sunyi senyap jauh dari keramaian yang sering kami alami di Jakarta.

Green Green Grass all the way...
Green Green Grass all the way…
2
Sunset nya pecah

Tak lama setelah sunset yang “pecah” dan tertutup awan hujan mulai turun; kami segera naik ke bagian depan mobil dan kembali ke camp.

Sesampai di camp kami langsung mandi di kamar mandi yang asik banget suasananya seperti di pedesaan tapi bersih dan hygienis

9
kamar mandi ala pedesaan

Setelah kami Mandi dengan  hot & cold shower kami langsung menuju ke resto disamping Beruga dan disana sudah ada tamu yang lain untuk makan malam tapi karena suasana private kami hanya saling melemparkan senyum kepada couple asia tapi warganegara USA itu; tidak lama masuk satu “bule” agak muda dengan buku ditangan setebal 10 cm langsung duduk dan order. Setelah makan langsung kami menuju kamar kecapean dan kekenyangan,

6

 Yani tidur agak gelisah sedangkan saya seperti biasa karena nyamannya kasur berkualitas bagus langsung tak sadarkan diri sampai pukul 3 pagi terbangun karena mau ke toilet buang air kecil.
DAY 2 :
Pagi-pagi rencana kami  mau sunrise an bangun seharusnya pukul 5 pagi tapi melihat cuaca agak mendung lanjut tidur sampai jam 7 lalu berkemas untuk wisata pantai dan mencoba pelampung baru.  Kami berangkat ke pantai Pink dengan mobil yang sama dipandu oleh 2 orang staff dari Camp.
Breakfast yang enak dan well garnish
Breakfast yang enak dan well garnish

Sampai di pantai Pink  yang sebenarnya namanya pantai Tangsi tetapi karena banyak pecahan-pecahan koral/batu karang di pantai ini yang berwarna merah sehingga dari jauh pantai ini seperti berwarna pink, Kami langsung siap-siap untuk kayaking;  Karena Kayak hanya muat 2 orang jadilah saya mengayuh sendiri kayak tersebut dengan Percaya diri mengingat sudah pengalaman kayaking di Phuket – thailand  dan di Halong bay vietnam .

Persiapan mau Kayaking
Persiapan mau Kayaking

Kami sudah melihat cuaca disekitar pantai agak tenang dan cukup cerah tetapi nun jauh diseberang pantai agak mengkhawatirkan karena agak gelap gulita awannya. Tapi karena sudah kangen dengan air laut kami tetap melaju dengan kayak kami menuju ke bukit di seberang pantai

Balik ke laut setelah karam di tengah pantai
Balik ke laut setelah karam di tengah pantai

Setelah karam sekali ke pantai kayak kami di dorong lagi ketengah laut; tetapi tiba-tiba hujan turun deras dan ombak nya tiba-tiba lumayan tinggi; saya dan yani langsung memacu kayak ke tepi pantai al hasil kami sampai di tepi pantai yang berkarang dan terbanting ombak ke pantai berkarang kaki saya terkena karang dan luka dibeberapa tempat demikian juga yani ;

masih senyum walaupun abis jatuh di atas karang
masih senyum walaupun abis jatuh di atas karang

Kru dari camp langsung berlari ke arah kami dari ujung pantai yang berbeda menyelamatkan dan menarik kayak ke tepi; akhirnya kami menunggu hujan reda lalu naik ke atas bukit melihat pemandangan dari atas dengan cuek seperti tidak terjadi apa-apa (memang nekat )

Pemandangan dari atas bukit ;
Pemandangan dari atas bukit ;
13
Pantai Pink atau pantai Tangsi diperebutkan oleh developer hotel untuk membangun resort
jeeva4
Pemandangan dari atas bukit pantai Pink Lombok ; ada karang bolong nya

Setelah hujan agak reda kami memberanikan diri untuk turun ke bawah dan snorkling ke arah karang sebelah kanan pantai. jeeva9awalnya ombak agak tenang; kami berdua diiringi pengawal kami snorkling ke bagian tengah;  setelah asik photo2 tiba-tiba arus deras sekali ; ikan-ikan disekitar saya kecil-kecil terlihat panik; saya pun langsung menuju ke pinggir karang berpegangan di karang yang agak curam dan tajam ; yani dan pengawal kami pun datang ke karang itu karena arusnya benar-benar kuat dan saya kecapaian.

Akhirnya puji Tuhan masih diberi umur panjang; pengawal kami yang panik berhasil memanjat karang yang cukup tinggi ; dan menarik yani ke atas; saya yang terakhir ditarik karena badan saya agak pendek sulit untuk memanjat bukit karang yang lumayan tinggi; akhirnya berhasil juga saya menaiki bukit karang dibantu oleh ombak yang cukup tinggi yang dapat membawa posisi saya agak ke atas dan memegang tangan yani dan pengawal kami sehingga bisa ditarik ke atas.

Benar-benar kejadian yang mencekam;  alhasil merayap di karang itu bagian pundak saya tergurat karang dan berdarah sedikit, dengkul bonyok, buku-buku tangan saya terkelupas semua akibat mencengkram karang tajam.

Tapi hal itu tidak membuat kami ketakutan; kami ketawa-ketawa sambil bersyukur membuat pengawal kami yang tadinya pucat pasi menjadi santai.

Pulang dari pantai pink kami tidak bernapsu kemana-mana lagi karena kaki sudah pegal dan lelah sekali akhirnya kami pulang dan istirahat sorenya kami minta pijat (additional cost )

jeeva1

 

DAY 3 ;

jeevaa9Kami bangun pagi dengan segar dan udara hari ke tiga ini cerah sekali ; berbeda sekali dengan hari-hari sebelumnya ;  setelah breakfast kami siap-siap packing untuk ke lombok ;  sebelum bebenah kami duduk-duduk di teras resto; Haykal manager incharge Jeeva beloam yang ramah tamah datang dan kami ngobrol seru ;  beliau mengusulkan untuk kami ke tanjung ringgit karena sangat sayang katanya kalau tidak ke sana ;

Segera kami berangkat dan mengucapkan terima kasih kepada semua kru ; diantar oleh waiter tercinta yang 3 hari sudah melayani kami + driver kami diantar ke tanjung ringgit dan menuju lombok tengah /praya.

Tanjung Ringgit
Tanjung Ringgit