ikan ora copy
Hari Kamis 9 Mei 2013 adalah hari libur ; kami  ber 5 memutuskan untuk pergi ke Pulau Seram tepatnya ke Ora Beach Resort; Berdasarkan informasi yang kami kumpulkan merupakan tempat wisata bahari yang sangat indah.
Akhirnya setelah searching di dunia maya; tanya sanasini ketemu juga contact person  dari Ora Beach : Bapak Alvin Latukonsina (anak pemilik resort ini) kalau mau booking silahkan ini nomor HP nya : 08170833554

Alvin di no. 08170833554 ; di SMS aja ; atau coba melalui facebook Ora Beach Resort atau via email Orabeachresort@yahoo.com
atau menghubungi Jln. Raya Waitatiri Ambon, Maluku Tlp 0922-362717

atau coba yg lain no HP Alvin Latuconsina di (+62) 08111-909-404

Dengan rencana menginap 3 hari kami ber 5 diberi paket seharga 1,6 jt per orang didalam paket tersebut sudah termasuk makan ;mobil jemputan dari pelabuhan Masohi ke desa Saleman (2 jam) lalu naik katingting (kapal motor) ke Ora PP (10 menit)  plus biaya keliling-keliling 3 hari disekitar pulau 3 spot  ( kamar mix 2 hari di lokasi darat dan 1 hari di laut )
Berangkat pukul 00.30 dengan garuda kami tiba di bandara Patimura jam 7 pagi  ( harga tiket garuda 2,5 jt PP ) Naik Angkot atau mobil sewaan  langsung ke Tulehu untuk naik kapal boat sekitar 2 jam  ( tiket 250 ribu vip tersedia juga kelas ekonomi tapi rekomen yang VIP deh pakai AC dan nyaman ) menuju ke masohi pulau seram: dari sini lalu naik kendaraan pribadi  1 jam ke saleman dari situ menyebrang ke ora dengan kapal tingting 15 menit
rempong
  • Menginap di ORA BEACH RESORT (di darat ) estimasi  kmr di darat / org 500.000 ; di laut 700 rb

oranya2 oranya

Turun dari kapal Cantika di Masohi ramai sekali dengan hujan turun agak lebat kami hati2 turun dari kapal; ini untungnya kami mengambil paket ; karena sudah di jemput mobil dari Ora sehingga bisa langsung berangkat.

Diperjalanan pemandangan nya adalah pohon-pohon hutan coklat dan berbagai jenis pohon lain yang tinggi dikiri dan kanan. Perjalanan 2 jam tanpa rem karena bung driver sudah paham betul medan yang dilewatinya, kamipun tertidur kelelahan.

Sampai di desa Masohi turun dari mobil kami sudah di sambut anak-anak setempat yang berebut memanggul barang dari dermaga ke kapal tingting ; Pemandangan alam sangat menakjubkan walaupun hari sudah cukup sore . _MG_00841-_MG_0096

Wajah mereka polos dengan rambut keriting dan senyum khas maluku tertawa lebar menyambut kami-kami dari kota ;Sayangnya saya lupa membawa kue-kue dan permen dari Jakarta ketinggalan ; pasti senyum mereka akan lebih manis kalau dibawakan oleh-oleh; Ketika kami serombongan membawa kamera SLR mereka dengan girang berpose.

Dari kampung Masohi ini kami sudah bisa melihat Ora beach Resort yang menawan;  dan air laut disini sangat bening sekali ; sampai-sampai karang dibawah terlihat jelas ; ikan-ikan hilir mudik di dalam air dapat diphoto dengan mudah tanpa harus memakai underwater camera.

Wah memang indah sekali Pulau Seram ini ; di background Ora ini kita bisa melihat bukit-bukit bebatuan yang diselimuti hijaunya hutan.

Ora Beach Resort
Perjalanan dari desa Masohi ke Ora dapat ditempuh hanya dalam 15 menit dengan kapal tingting

Sore pertama kami tiba di Ora Beach tempatnya sesuai dengan yang kami bayangkan, bersih, indah terawat dengan baik. Hujan sudah mulai reda dan kamipun menyeberang dengan beberapa rombongan lainnya.

Makan siang sudah tersedia berbagai macam seafood di resto yang dibangun di bagian tengah lobi menjorok ke laut

Resto Ora Resot tempat tamu bersantap
Resto Ora Resot tempat tamu bersantap

Disekitar jetty resto inilah kami menghabiskan sore hari pertama kami dengan makan berat, makan sedang, dan makan ringan pokoknya sampai puas, setelah kenyang kami ke dermaga melihat kehidupan biota laut yang indah dengan mata telanjang karena airnya sangat jernih sekali.

makananHari pertama kami mendapatkan kamar di darat : Ora beach resort in hanya memiliki kamar terbatas 6 dilaut dan sisanya kira-kira 8 didarat  . Untuk mendapatkan kamar di ora beach ini lumayan sulit terutama dihari libur panjang; jadi ada baiknya segera booking jauh-jauh hari sebelum kedatangan. Selain itu karena sudah ada trip rutin yang dijalankan oleh EO seperti Kakaban Trip sehingga prioritas kamar pastinya untuk mereka. Alhasil Kami mendapatkan 2 hari kamar di darat yang posisinya agak jauh dari dermaganya .

_MG_0193

Setelah puas snorkling disekitar pulau dan hujan pun turun lumayan deras kami menghabiskan malam di kamar dan jam 7 malam kami makan malam di jetty bar sambil mendengar rombongan lain yang komplain karena tidak kebagian kamar. Sebenar nya sore hari kami ada acara melihat burung lusiala di negeri saleman dengan menggunakan boat namun karena lebih tertarik cibang cibung di air kami melewati kesempatan tersebut.

Paginya kami sarapan untuk ke tempat Pak Ali di desa  sawai menggunakan perahu katiting yang sudah disiapkan oleh manajemen Ora beach   – untuk mendapatkan  paket  bird watching besok paginya di desa Masihulan + tracking di hutan di Sawai yang sudah termasuk Taman Nasional Manusela .  Muhamad Ali dapat dihubungi di: 0821-97556442 atau 0821-11181137 .   Beliau ini pemilik Lisar Bahari Homestay ; salah satu alternatif tempat tinggal apabila Ora Beach Resort penuh; tarif kamarnya pun jauh lebih murah mulai dari Rp.200.000 namun ya fasilitas tentunya tidak sebaik dan bersih seperti di Ora Beach Resort.

Sebenarnya selain bird watching di penakaran di desa masihulan maka ada yang lebih menantang yaitu bird watching dengan menggunakan rumah pohon ; sayangnya rumah pohon terdekat dari sawai sudah rusak dan belum diperbaiki, harga paket tracking dan bird watching ditambah dengan makan siang adalah 100 ribu seorang.

_MG_0322 pak ali d bani

Sesampai di desa sawai kami melihat-lihat keadaan penginapan lisar milik pak muhamad Ali ; cukup banyak kamar tersedia dan harganya juga jauh lebih murah dari Ora Beach Resort seharga Rp 200.000 tapi ya fasilitasnya sesuai dengan harganya; demikian juga dermaga di depan nya jauh lebih jernih dan bersih di Ora; Jadi tergantung kocek kita ala koper atau ransel tinggal pilih.

Pulang dari Pak Ali kami snorkling di sekitar bukit negeri sawai menuju Ora

_MG_0238 _MG_0223_MG_0235_MG_0199

Selanjutnya kami pulang makan dulu, baru menuju mata air belanda : dimana ada mata air yang mengalir ke laut ditemukan oleh orang Belanda, airnya terasa tawar dan sejuk ; suasana sangat indah sampai tiba-tiba turun hujan; kami kembali ke Ora: malam hari nya tinggal kongkow-kongkow di jetty resto lagi.

_MG_0381_MG_0439

Pagi-pagi jam 4 pagi harus bangun supaya bisa berangkat ke desa sawai untuk tracking dihutan manusela bersama bung buce ;

_MG_0541

Awalnya agak curiga juga ; waktu pak ali ditanya berapa jauh tracking nya ; beliau tidak menjawab dengan jelas ; ternyata medannya cukup berat ;  menanjak melewati rumput-rumput gatal dan pohon -pohon tumbang ; tapi karena pak buce orangnya sangat ramah maka kita tidak bosan dan lelah mendengar ceritanya dimana dulu dia adalah penangkap burung -burung langka di hutan manusela ini ; namun ada seorang wanita belanda peniliti yang datang yang menyadarkan nya lebih baik dia membawa tourist dimana pendapatannya jauh lebih besar dibanding menjual burung -burung endemik maluku yang dilindungi  yang harganya tidak seberapa kalau di jual.

Di perjalanan kami sibuk mengabadikan binatang -binatang aneh seperti laba2 berwarna indah, belalang dan tentunya burung2 yang sering lewat di atas kami ; rangkong, kakaktua, dan nuri. Sayangnya karena kami tidak bisa naik ke rumah pohon yang sedang rusak maka kami tidak bisa mengabadikan burung-burung liar tersebut.

Menurut bung Buce apabila sudah diperbaiki harganya tidak terlalu mahal untuk naik kesana tidak sampai 5 juta rupiah untuk menaiki rumah pohon harga berkisar  300 ribuan lah kalau rombongan per orangnya

IMG_3159desa

Pulang dari sini kaki kami gatal-gatal; karena banyak tumbuhan gatal disepanjang jalan;  setelah melakukan perjalanan 5 jam kami sampai di rescue center di desa Masihulan ; desanya bersih rumah pak buce juga disini. Kami melihat burung-burung endemik seperti kakak tua, nuri , merak, dan kasuari yang sedang di rehabilitasi agar dapat dikembalikan ke hutan. Burung-burung di sini umumnya adalah burung sitaan dari pemilik pribadi jadi rata-rata mereka pandai meniru bahasa manusia. Disini kita dilarang untuk mengajak burung2 itu bicara karena itu memperlambat proses mereka kembali ke alam liar.

boti

sorenya; Untungnya kami pulang bisa naik ojek karena kelelahan rasanya tidak sanggup lagi untuk jalan kaki ke penginapan pak ali. Karena motor hanya tersedia 3 maka jadilah saya dan yani bonceng tiga dengan bung buce

Hari ke 3 kami pindah ke kamar laut ; wow kamarnya enak sekali sayangnya kami hanya dapat 1 hari saja ; dari kamar kami bisa langsung berenang-renang dibelakang kamar seperti kolam pribadi airnya dingin sekali;

_MG_0759_MG_0757

Ora Beach - Photo by : Yani Siregar
Ora Beach – Photo by : Yani Siregar
ora beach
Ora Beach in the afternoon ; Taken by : Yani Siregar

Hari ke 3 kami hanya tinggal setengah hari di Ora. Kami bangun lagi pagi-pagi jam5 di jakarta artinya jam 3 pagi (waks)

untuk berangkat ke pulau tujuh; dan pulau tengah adalah tujuan kami katanya adalah yang paling bagus view nya ; dan terumbu karangnya juara ;

Kami bangun pagi sempat agak kuatir karena pak marwan yang sudah janji datang dengan perahunya belum juga tiba; kami mendapatkan tambahan anggota 1 pasang newly wed fedi dan edith yang ikutan karena biaya sewa perahu ke pulau tujuh lumayan mahal yaitu 1 jt rupiah jadi lebih enak kalau rombongan seperti kami ber 5

Sampai di pulau 7 kami ke pulau tengah terlebih dahulu; karena masih pagi air masih pasang dan arus lumayan kuat tapi tidak mengurangi kami untuk melihat keindahan bawah laut disekitar pulau ini yang menakjubkan.

sungguh isinya beratus-ratus ikan segala jenis ; yang banyak berwarna biru ; kuning dan hitam hilir mudik disekitar kami yang snorkling.  Kalau dibandingkan underwater di phuket seperti phiphi island dan sekirtarnya jauuuuhhh sekali lebih indah tempat ini; daripada rugi-rugi ke phuket bangkok jauh lebih untung mengunjungi tempat ini ; di Indonesia ada yang lebih bagus.

photosesion di ora beach
photosesion di ora beach

Saya kalau ada kesempatan mau lagi balik nih kesini ya ya ya  -:)

TIPS :

  1.  Sediakan cuti yang cukup minimal  5 hari atau seminggu kalau mau sekalian keliling di kota Ambon karena dari ambon ke pulau seram sudah memakan 1 hari lamanya sampai pukul 7 pagi di ambon di Ora dengan jalur laut tiba pukul 4-5 sore ;
  2. Booking penerbangan sebulan sebelum untuk mendapatkan harga promo
  3. Booking penginapan sebulan sebelum apalagi bila berniat datang pada saat tanggalan merah
  4. Pergi berombongan minimal 5 orang supaya biaya lebih ringan
  5. Rajin-rajin melakukan konfirmasi kepada pengelola penginapan ataupun paket lainnya supaya fix diawal perjalanan
  6. Kalau tidak mau repot bisa ikut paket rombongan yang di sediakan EO tapi kurang nyaman karena bisa saja kurang cocok dengan rombongan yang ikut.
  7. Lebih nyaman berangkat dengan rombongan yang sudah dikenal karena tidak terlalu sulit untuk mencari contact person sewa boat, kamar dan perjalanan nya

Jadwal kapal Cantika Pelabuhan Tulehu – ke pulau seram Amahai:  hanya 2 x pagi jam 9 dan sore jam 3 dan hari minggu hanya 1 x penyebrangan pagi dari ambon dan sore dari Amahai