Posisi dan Akomodasi

 

Desa Sawarna Provinsi Banten di bagian barat Pelabuhan Ratu.Desa Sawarma memang agak sulit dijangkau dari Jakarta memakan waktu sekitar 6 – 7 jam dengan kendaraan pribadi, dengan jalur Jakarta – Serang – Bayah – Sawarna  opsi lain adalah Pelabuhan Ratu Cisolok

24838498-IMG_2633          24839154-pantai1 24839156-pantai7

Kami ber 15 menggunakan 2 mobil APV berangkat pukul 23.00 dengan sekali berhenti istirahat dan sampai pukul 05.30 ke esokan harinya.Sesampai di desa Sawarna langit sudah cukup terang. Karena Sawarna adalah desa tradisional maka belum ada tempat menginap yang memadai; tiba di sana Kita tinggal menyewa rumah penduduk dengan harga yang cukup beragam tergantung fasilitas yang disediakan; semakin dekat ke pantai maka semakin mahal harga sewanya.

24838558-rumah_2608

Rumah yang rombongan kami sewa ada 2 ; Rumah dengan kamar 4 kamar untuk para wanita dan satu lagi untuk para pria yang terdiri dari satu kamar saja. Biasanya rumah yang disewakan harganya mulai dari Rp 50.000 permalam/ orang.

Setelah tiba di basecamp kami tidur sebentar lalu sarapan pagi di sawung dengan menu sederhana, dan sawung inilah yang akan menjadi lokasi makan kami selama di sawarna

24838615-sawung

SUSUR PANTAI

24838671-laskar_petani

Sehabis makan sebagian berphoto ria di sawah yang sedang panen. Setelah semua selesai , rombongan berangkat menuju pantai legon pari melewati sawah yang luas dan sedang di tuai warnanya kuning.

24838668-IMG_2047

Perjalanan cukup jauh selain melewati sawah kami juga melewati rumah penduduk, hutan, dan bukit yang cukup terjal sekitar 1-2 jam sampailah kami di puncak bukit dan dari kejauhan terlihat pantai legon pari yang indah

24838800-jalan3

Di pantai legon pari kami bertemu dengan nelayan yang menjual lobster besarr…mmm yummy tapi karena kami sampai agak siang harga sang lobster sudah cukup tinggi Rp. 300 ribu per kilo. Menurut sumber lokalharga nya bisa Rp 100.000 per kilo apabila kita bisa beli langsung ke nelayan nya.

24838823-pantai

Kami menunggu sampai pantai agak surut sehingga bisa melakukan susur pantai di sekitar legon pari ini untuk menyambung ke pantai tanjung layar

 124838926-IMG_2240_copy

Perjalanan susur pantai cukup berat harus menyusuri batu-batu pantai yang cukup terjal dan berbagai bentuk.. serta menghindari ombak yang cukup tinggi..dan cukup jauh juga perjalanan nya berbelok belok…Rombongan kami terpisah menjadi dua; satu rombongan di depan di pandu oleh mas ari penduduk lokal yang menjadi guide; yang berjalan cukup cepat;

24839107-IMG_2172_copy

rombongan lain nya di pimpin oleh ridwan yang terpisah cukup jauh dari rombongan pertama karena sibuk berphoto di setiap sudut pantai.Pantai Tanjung Layar tak kalah indah nya. Dua batu mirip layar kembar yang jadi simbol Tanjung layar membuat suasana sangat unik dan tangan tak berhenti untuk mengabadikan nya.

24839154-pantai1

Kami menunggu sampai air surut disini untuk mengabadikan pantai dan karang yang bentuknya indah

 124839230-IMG_2295

24839242-stone_couple

24839396-panjat1

Setelah itu kami menunggu sunset di pantai sawarna sambil bermain air dengan ombak yang cukup deras, dan memandangi turis asing yang berselancar

24839531-pomp

Malam harinya kami ngobrol-ngobrol di sawung dan kebetulan ada mbok pijat yang handal, bagi yang pegal-pegal berjalan cukup jauh susur pantai tadi maka bisa melemaskan otot sampai tertidur

GUA LALAI

Esok paginya tujuan kami adalah Gua Lalai yang konon katanya dari kata kelelawar

Gua ini gua alami, namun medan nya tidak terlalu sulit;  Begitu masuk ke gua maka kaki kita sudah disambut oleh air dingin setinggi tiga centimeter; makin ke dalam makin dalam sampai lutut plus lumpur didasar nya. Disarankan memakai sandal gunung yang bagus; kalau beli yang abal-abal pasti putus karena lumpurnya sangat lengket.

Paling aman adalah berjalan dengan kaki telanjang; hanya harus hati-hati karena licin.

Ada kalanya didalam gua terasa dingin karena melewati dinding yang cukup tinggi dan adakalanya rasanya panas dan sumpek.

Di bagian atas gua bergantung stalaktit –stalaktit berwarna putih gading, unik sekali bantu-bentuk karya seni yang dibuat alam ini.  Namun kata seorang anggota perjalanan batu-batu ini masih kalah bagus dengan gua di jawa tengah yang katanya berwarna-warni.Setelah sampai ujung gua; kami kembali lagi ke alam bebas terang ; di luar disambut dengan cuaca super terang. Dan kami kembali ke rumah untuk makan siang dan berleha-leha tidur sejenak. Setelah itu kami pulang dengan perasaan puas dan bahagia karena satu lagi pengalaman yang tak terlupakan melihat pantai dan alam yang indah.