pekal

Jl. Gajah Mada No. 23 – 25 Pekalongan

Telp. (0285) 423581

Fax. (0285) 421252  

(hotelnya sudah tua tapi untuk mencari yang dekat stasiun  cukup lumayan, atau disebelahnya ada hotel Indonesia )

Kendaraan disana untuk angkot berhenti operasi jam 5.00 sore jadi untuk malam hari tersedia taksi atau becak untuk jarak dekat.

Menyebrang di Pekalongan agak sulit karena kota ini adalah jalur perjalanan utama menuju jawa jadi banyak sekali bus, truk ataupun kendaraan pribadi lewat dengan kecepatan tinggi. Harus hati-hati.

Paginya kami langsung menuju pusat kota ada lapangan dengan tulisan BATIK berphoto ria lalu ke kantor pos yang berwarna oranye serta ke musium batik untuk belajar membatik.

Setelah itu waktunya kuliner mencoba berbagai makanan Nasi Menggono ( dapat sarapan di hotel) lalu Gulai kacang hijau dan malamnya makan Garang Asam Masduki

Untuk belanja batik ternyata info di web tentang pusat batik tidak terlalu update contoh misalnya pasar PPIP ternyata sudah tidak begitu banyak pedagang lagi di sini atau di Sentono yang kami pikir keadaan nya seperti di Trusmi Cirebon ternyata  tidak demikian; batik yang dijual lebih banyak batik yang sudah dijahit.

Rekomendasinya adalah Kampung Batik di jalan Hayam Wuruk baru dapat batik2 pilihannya dan bisa langsung nego dengan ownernya.

Sorenya kami menaiki taxi menunggu sunset di pantai pasir kencana; tempatnya tidak terlalu menarik karena pantai sedikit ; dan sudah di semen

Keesokan harinya karena kami berencana pulang jam 1 siang maka kami hanya sempat pergi ke pantai ujung

negoro : melihat sunrise keadaannya lebih alami dibandingkan dengan pantai pasir kencana; bebatuan nya cukup indah.

Pulangnya kami mampir lagi di kampung batik setelah itu makan pecak panggang Ti’u di kandang banteng beres-bereske hotel dan langsung capcuss pulang ke jakarta

Batik-batik di pekalongan ini menurut pendapat saya pribadi lebih bagus dari yang di cirebon dan garut desainnya kebanyakan bunga dan tidak terlalu menyolok seperti dua daerah yang saya sebutkan barusan.

Penduduk belum cukup sadar untuk menjadikan daerahnya tujuan wisata.  Informasi tempat wisata potensial dianggap terlalu jauh untuk dikunjungi ; padahal hanya memakan waktu setengah sampai satu jam sampai ketujuan.

hJangan kuatir untuk memanggil taxi karena sistemnya nego untuk keliling2 ke 3 spot sekitar 4 jam an kami bisa bayar taxi 150 rb – 200 rb saja.

Okeh Pekalongan kota yang masih butuh pertolongan .