23 JUL2011

TRIP TO GARUT

Garut the last minute destination …..

Garut bisa menjadi salah satu alternatif untuk berlibur bagi orang Jakarta atau Bandung ; karena apabila semua akomodasi umum seperti kereta api atau pesawat sudah fully book maka paling nyaman adalah memakai kendaraan pribadi untuk trip.

Akhirnya kami : Riany, Tia, Lia, Roberto dan Blue Angel berencana menghabiskan weekend kami di Garut berangkat Jumat dan pulang Minggu Sore

Perjalanan ke Garut dari Jakarta dimulai pukul 4 pagi – menuju tol cipularang melewati jalan yang sama menuju Bandung, masih sempat kami sarapan pagi di Bandung “bubur mang oyoh” setelah itu melanjutkan perjalanan melewati tol cipularang keluar tol menuju tasikmalaya, melewati pemandangan  siluete gunung dan sawah yang indah

perjalanan memakan waktu 3 jam sampai di ujung tol cipularang dan ditambah 1 jam ke arah garut.

 1 of 3

Setelah masuk ke kota garut, beberapa tempat wisata kami lewati – salah satu wisata wajib adalah mengunjungi candi cangkuang, candi ini cukup mudah dicari karena ada rambu-rambu yang menunjukan arah ke candi ini. Kami sampai jam 8 pagi fasilitas sudah tersedia di tempat wisata ini ;

Menuju candi ini kita harus menaiki rakit khas garut yang terdiri dari bambu-bambu tersusun, kita bisa menyewa  pribadi tidak harus menunggu rakit sampai penuh dengan membayar Rp.50.000 . di seberang terdapat candi cangkuang yang ternyata adalah candi yang sudah direnovasi ; dan size nya agak kecil dibanding candi2 di jawa tengah. pulau pun sangat kecil ; Walau demikian pemandangan di sekitar pulau cangkuang ini banyak ditumbuhi tumbuhan air seperti bunga teratai yang berwarna pink; cukup indah dan teduh sekali dimata ;

Semakin siang semakin ramai; sehingga kami segera meninggalkan candi cangkuang menuju ke Situ Bagendit yang konon kabarnya situ terbesar di garut; jaraknya tidak begitu jauh dari cangkuang dan masih satu jalan menuju kota garut.

Sesampai di situ ternyata situ bagendit sangat ramai : tempatnya berupa danau dilatarbelakangi gunung dan pengunjung bisa bermain sampan; sepeda air dan duduk -duduk sambil makan di saung, tapi tempatnya kurang bersih sehingga kami hanya sebentar saja disini;

menuju ke hotel dan makan siang di Mulih ke Desa (sangat rekomended )  setelah tidur2 an kekenyangan di sawung kami beranjak sebentar mencari-cari tempat membeli batik akhirnya kami sampai ke kampung batik sisir sebuah rumah yang menjual batik di daerah ciledug dekat daerah pasar  lalu ke tempat penjualan kulit salah satu ke khas an dari kota ini : malamnya kami ke salah satu hotel yang menyediakan permandian air panas di daerah cipanas –

tadinya kami berniat untuk ke kampung sumber alam ; tapi karena kedatangan kami hari libur maka semua fasilitas penuh dan kami akhirnya berendam di tirtatangga – tempatnya hampir sama seperti di ciater. harga masuk 45.000 rupiah. tidak usah yang private room kalau ke sana karena tempatnya sangat tidak higienis.

Hari ke dua kami jalan ke curug alias air terjun cihanyawar;  menuju lokasi ini sangat mudah ; mobil pun bisa sampai ke lokasi dekat curug ini ; namun sayangnya lokasi tidak terlalu bagus dan terpelihara ; dan curug pun size nya sangat kecil

Setelah itu kami kembali ke kota garut untuk makan siang dan minum es goyobot di sekitar mesjid agung garut.

sekitar pukul 2 siang kami pulang meninggal kan kota garut;