:Gambir  GAJAYANA (JKT– MLG)  17:30 – 07.24 —  2,5 jam  -Sindang Biru   –  Kapal motor – Pulau Sempu – Tracking 3 jam kalau kering- hujan 7 jam – Segara Anakan Day 2  (hotel)  Bromo  Panajakan – kaldera (hotel)Day 3 : Pekalen – Arung Jeram -Malang (hotel) Day 4 : Malang- JakartaImageImage

Day 1Perjalanan dimulai dari  Stasiun Gambir dengan Kereta Gajayana , kenapa naik kereta?  jangan kuatir karena harga karcis cukup mahal (Rp. 300.000) maka suasana kereta nyaman; servicenya hampir sama dengan pesawat low budget;  bedanya dengan kereta api kita masih bisa menyalakan telepon selular, mencharge blackberry  dan  selonjor kaki.

Lalu kenapa naik kereta, kenapa tidak naik pesawat low budget dengan selisih harga yang tidak terlalu jauh? Jawabannya untuk menghemat biaya penginapan, dengan naik kereta kami tidak perlu menghabiskan budget untuk menginap semalam di kota malang.Image

 Berangkat pukul 17.00 dari Jakarta, sampai di kota malang pagi hari pukul 7.00. langsung menuju ke pusat pariwisata kota naik becak  di sana kami menyewa kendaraan kijang Inova Rp 300.000 nyaman untuk kami ber 5 perhari.  Mampir mengisi perut di toko OEN – toko khas belanda tempoe doeloe menikmati makanan dan roti-roti jaman jajahan Belanda

Image

Berangkat ke Sindang Biru untuk Ke Pulau Sempu 

Pulau Sempu ini statusnya adalah Konservasi Alam, jadi sebenarnya bukanlah tempat tujuan wisata, oleh karena itu wajar saja tidak ada sarana wisata memadai disana, seperti tempat penginapan, restoran besar ataupun kamar mandi bersih, dan untuk mengunjungi tempat ini harus mengantongi ijin dari penjaga setempat.

Awal perjalanan dimulai dari Sendang Biru  2, 5 jam kearah selatan kota Malang dari situ baru menyeberang ke Pulau Sempu. Pulau Sempu memiliki pantai yang bernama  Segara Anakan. Pantai ini lebih mirip telaga kecil yang dikelilingi batu karang yang membatasinya dengan laut.  Pulau Sempu yang juga merupakan pembatas langsung  Pulau Jawa dengan Samudera Hindia.

Image

Perjalanan dari Sendang biru ke pulau sempu dengan cara menyewa kapal  motor seharga 50.000 ; karena perjalanan dilakukan waktu sore hari; kami memutuskan menyewa guide untuk sampai ke sendang biru. Dan mohon jangan ditiru cara kami ini, karena ini adalah waktu trip yang tidak disarankan yaitu sore hari dan musim hujan, waktu yang benar adalah pagi hari dan musim kering : sehingga perjalanan dapat dinikmati dengan santai dan tenang.

PULAU SEMPU DAN SEGARA ANAKAN

Sesampai di Pulau sempu waktu menunjukan jam 17.00 dimana matahari sudah mulai tenggelam, memang rencana kami akan kemping di sana. Berdasarkan informasi guide biasanya perjalanan paling cepat ditempuh  sampai ke tujuan kurang lebih 3 jam.

Image

Namun ternyata  rombongan kami mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Baru 30 menit  memasuki  jalan setapak ke dalam hutan, hujan turun deras maka jalanan tiba-tiba berlumpur dan sepatu gunung kami menjadi tidak berfungsi. Banyak lumpur menempel di sepatu sehingga semua harus membuka sepatu gunung  (kecuali pak guide yang memakai sepatu tentara) dan  menelusuri hutan gelap dengan kaki telanjang  diterangi dengan satu lampu halogen

Yang aneh adalah disaat kami beristirahat sejenak maka hujan kembali turun dan disaat kami mulai berjalan, hujan berhenti.  Dimalam yang gelap kami melewati medan yang cukup berat, melewati sebatang pohon tumbang licin untuk menyeberang parit lebar, merangkak di atas pohon tumbang yang basah dengan lumpur, merayap di sisi tebing curam dengan andalan memegang akar-akar pohon agar tidak jatuh.

Harus di catat prosedur yang benar untuk sepatu yang dipakai adalah sepatu booth.  Akhirnya dengan susah payah kami sampai jam 23:00 malam di tepi pantai Segara Anakan langsung  mendirikan tenda dan makan malam. Saat itu mie instan rasanya sudah seperti makanan paling mewah di dunia

ImagePagi hari ketika terbangun, pemandangan di depan tenda sangat indah, pasir putih, air jernih  berwarna hijau biru, dikelilingi rimbun pohon hijau di atas karang , serta air yang membuncah keluar dari karang bolong di tengah danau. Rasa letih langsung hilang dengan semangat kami berenang-renang sekalian menghilangkan lumpur yang masih melekat sisa tadi malam.

23102792-sempu_danau

Setelah mengumpulkan sampah-sampah kami berkemas untuk kembali ke sendang biru, dan kembali mengalami perjalanan yang sama selama 7 jam:

Kali ini jalanan lebih terasa sulit karena lumpur makin encer dengan adanya banyak pengunjung yang berdatangan berlawanan arah dengan kami. Badan yang tadinya bersih  kembali penuh dengan lumpur karena mengalami jatuh bangun dan tak henti ber teriak aauch-auch karena kaki tertusuk berbagai macam batu dan duri.

Karena sulitnya melangkah dan jalanan cukup curam terkadang kami menggunakan cara terakhir  agar tidak jatuh ke lumpur yaitu dengan duduk meluncur, sehingga celana yang dipakai sobek-sobek.

Setelah sampai di Sendang biru kami makan malam dengan berbagai jenis masakan ikan di warung yang cukup banyak pilihannya, setelah itu bebersih dari lumpur-lumpur. Karena air terbatas terpaksa kami membeli air mineral satu galon untuk mandi

22976934-lumpur 22979952-IMG_0099

TO BROMO IN THE DARK 

Tujuan selanjutnya kami ke Bromo, dengan mengendarai kendaraan Kijang Inova sewaan kami meluncur ke arah Bromo pukul 19,00 dan tiba di penginapan di kaki gunung bromo pukul 12.10 tidur sejenak untuk bangun pagi 04.00 untuk melihat Sunrise di Pananjakan, suasana sangat dingin  untungnya ada  penyewaan jaket tebal disana. Pukul 04.00 kami berangkat dengan mobil hardtop/landcruiser

22980502-bromo_kuda 22980508-bromo_lon 22980511-bromo5 22980652-bromokal

bersama beratus-ratus turis lokal dan asing

SAVANA, TUNDRA, KALDERA

 Setelah puas melihat keindahan bromo dari puncak di Pananjakan serta menikmati kemunculan matahari di ufuk timur kami menuju ke Savana dimana kita dapat melihat sisi indah lain dari bromo, lautan pasir yang luas serta savana yang hijau dibaliknya, dikelilingi bukit-bukit batu yang tinggi, sungguh pemandangan yang tidak dapat dilupakan. Semuanya dapat kita nikmati dengan berkuda.

22980502-bromo_kuda

PEKALEN ARUNG JERAM YANG BANYAK JERAM 

Sampai di Pekalen kami memilih arung jeram yang dikelola oleh Cak Noar, kami mengambil jalur atas dimana pemandangan cukup indah dan jeramnya pun banyak.

Saya pribadi sudah beberapa kali melakukan arung jeram; namun arung jeram di Pekalen ini punya keindahan dan sensasi tersendiri mengarunginya. Selain dari jeramnya yang memang seru sehingga kita tidak perlu banyak mendayung, pemandangan nya pun  tak kalah indah misalnya banyak nya air terjun yang kita jumpai, uji nyali loncat dari tebing setinggi 5 meter dan juga tak lupa para kru yang ramah dan bersahabat.

23104047-pekln 23104094-DSC_0031 23104138-DSC_0101Akhirnya kami kembali ke kota malang, sebelum pulang ke Jakarta dengan pesawat kami berjalan-jalan di sekitar hotel dan sarapan pagi bakso malang yang lezat dan membeli oleh-oleh untuk teman-teman di Jakarta seperti keripik tempe, petis, kacang-kacangan dan lainnya