Search

travel miles from one place to another

riany tamba

AMAZING TRIP AROUND INDONESIA WITH GARUDA INDONESIA

MENJADI FANS BERAT GARUDA INDONESIA

 Pertama kali saya bertemu dengan sahabat “ngetrip” saya, Yani adalah ketika kami menghadiri festival Jailolo di Halmahera Barat provinsi Maluku Utara di tahun 2013. Festival ini diadakan setiap tahun oleh Pemda setempat dengan  acara sarat budaya dan kesenian setempat secara spektakuler.
Kebetulan saya dan Yani saat itu mendapat nomor kamar yang sama alias jadi roommate selama 4 hari di Homestay Jailolo. Ternyata kami langsung cocok karena pengalaman kami traveling hampir sepadan, sama-sama senang photography dan suasana pantai dan cinta Indonesia.
3
Memorable Place : Pantai Pulau Moyo- Sumbawa Besar
Disinilah Yani setiap malam “meracuni” Saya dengan cerita-cerita perjalanan yang sudah dia alami menggunakan pesawat Garuda Indonesia. “Yaaa… Yaa ,kalau perkara kenyamanan dalam perjalanan, Saya percaya  Garuda Indonesia memiliki kenyamanan kelas dunia, tapi Yan….naik Garuda kan mahal.” Potong Saya cepat. “
Enggak juga” jawabnya lugas. ” Asalkan bisa mengatur jadwal perjalanan kita dari jauh-jauh hari dan membeli tiket dengan promo-promo menarik yang sering diadakan Maskapai kebanggaan Indonesia ini, maka perbandingan harga tiketnya bahkan bisa sama atau lebih murah dari maskapai sekelasnya yang lain. “
CITA-CITA KELILING INDONESIA
 Setelah pertemuan di Jailolo, kamipun masih sering bertemu ditengah-tengah kesibukan perkerjaan kami di Jakarta. Bertukar informasi tentang lokasi-lokasi indah di Indonesia atau membahas buku atau majalah yang meliput tentang keindahan pantai-pantai dan laut di Indonesia.
Entah kapan tepatnya, akhirnya kami berdua memutuskan untuk  membuat Wish list  mewujudkan mimpi kami untuk keliling Indonesia. Destinasi impian kami adalah mengunjungi  kota dan pantai dengan pemandangan bawah lautnya yang indah di seluruh pelosok Indonesia.
Snorkling di lautan Banda
Salah Satu Memorable Place : Snorkling di Lautan Banda
Misi ini pastinya harus menggunakan liburan ataupun jatah cuti dari kantor kami masing-masing dengan sebijaksana mungkin karena waktunya terbatas dan tidak bisa semaunya diambil. Juga dalam hal dana untuk biaya perjalanan, perlu pengaturan budget yang ketat untuk keliling Indonesia . Setelah membuat wishlist kami hunting ke Pameran travel seperti : Garuda Travel Fair (GATF) yang biasanya diselengarakan di JCC Senayan atau berselancar di website Garuda Indonesia yang dapat diakses di www.garuda-indonesia.com disini biasanya kami langsung membeli tiket Garuda Indonesia via internet sesuai tujuan kota yang kita inginkan kapan saja 24 jam selalu dapat diakses.
Saat membeli tiket kami akan mencocokan jadwal cuti dan liburan nasional sehingga mendapatkan waktu yang cukup lama untuk mencapai destinasi impian kami, cuaca di daerah setempat dan tentunya harga tiket nya. Tak jarang kami akan membeli 3-4 tujuan berbeda dengan jadwal terbang di tahun yang sama ataupun sampai membeli tiket untuk jadwal penerbangan untuk tahun berikutnya, pokoknya demi misi kami keliling Indonesia bersama Garuda Indonesia tentunya.
FullSizeRender (5)
Kartu Garuda Miles – milik Saya dan Yani
Tak heran setelah melakukan pembelian Tiket pesawat Garuda Indonesia dan mengunjungi daerah-daerah sekitar Indonesia,  Saya kemudian  mendapat kartu  keanggotaan Garuda Frequent Flyer (GFF) / Garuda Miles kategori Silver seperti yang sudah dimiliki terlebih dahulu oleh travelmate  saya Yani.
Bahagianya punya kartu ini, saat bepergian terutama di Bandara Soekarno – Hatta yang sangat ramai itu, kami mendapatkan counter khusus atau apabila sudah check in melalui web maka kami bisa mendrop bagasi/ koper kami di counter khusus  Garuda Miles yang disediakan.  Keuntungan lainnya memiliki Garuda Miles adalah ada tambahan 5 kg  kuota bagasi. Jadi saat kami kembali dari daerah-daerah yang kami kunjungi kami tidak perlu kuatir harus membayar biaya kelebihan berat bagasi karena membawa oleh-oleh dari  tempat yang kami kunjungi.
WEB CHECK IN GARUDA INDONESIA YANG CANGGIH
Penerbangan Jkt - Lombok 2 jam + 1 jam karena perbedaan waktu
Terbang dengan Garuda dengan Pelayanan 5 Stars Airlines

Fasilitas Web Check In yang diberikan Maskapai Garuda Indonesia patut mendapatkan acungan jempol, sampai sekarang saya belum pernah mengalami kesulitan  untuk mengakses situsnya dan hal ini sangat membantu bagi kami yang sibuk bekerja di kantor dan memiliki waktu yang sangat terbatas untuk manual check in di bandara. IMG_9602 Dengan fasilitas mobile check in saya dan Yani bisa memastikan akan duduk berdampingan di pesawat, karena dapat memilih lokasi kursi yang masih tersedia melalui fasilitas web ini dan tentunya perjalanan akan lebih nyaman. Memang tepat jikalau layanan Maskapai Garuda Indonesia disebut Pelayanan 5 Stars Airlines karena dari semua perjalanan kami dengan pesawat kami selalu merasa aman dan nyaman terbang bersama Garuda Indonesia. perjalanan nyaman dengan mobile check in   Best Regards : Riany & Yani

Trip to Osi Island and Saparua Maluku

ndokngcover

Tahun 2015 ini akhirnya saya dan yani kembali ke Maluku (lagi) waktunya sama dengan tahun lalu, memanfaatkan libur Hari buruh nasional.Tujuannya adalah Maluku Tengah  yaitu pulau Osi yang letaknya di Pulau Seram Barat dan pulau Saparua.

PULAU OSI

My Moon Daud Contact Person :  Pak Farmin 081343259972

Untuk menuju pulau ini kita harus ke desa Liang pelabuhan Hunimua kami dijemput dari bandara dengan jemputan yang sudah dicharter dari pak Farmin pemilik dari My moon Daud Resort di pulau Osi, harga charteran dari bandara ke Liang Rp.250 ribu mobilnya Avanza, Kapal Cepat dari Hunimua ke Waipirit berangkat 2 jam sekali jarak tempuh juga 2 jam’an – kami beli tiket ekonomi  harganya 40 ribu – berangkat pukul 9.00 pagi,setelah kami beli tiket kapal langsung berangkat. Tas kami yang sebesar lemari itu terpaksa di titip di ruangan menyimpan minyak di dekat pintu kapal, karena untuk masuk ruang tunggu di kapal  harus naik tangga kecil.

Pelabuhan Hunimua (photograph by Yani Siregar)
Pelabuhan Hunimua (photograph by Yani Siregar)

Karena kami lelah tidak terasa kami sudah sampai di pelabuhan waipirit , kami lupa menelepon bpk Farmin untuk menginstruksikan penjemputan, alhasil kami sempat merasa di bully di pelabuhan.  Lumayan banyak tukang taxi gelap yang menawarkan jasanya.

Kami sempat bingung ketika ditanya : Kalian mau kemana ke kiri atau ke kanan ( apa urusannya ya mau jalan ke kiri atau ke kanan tempat parkirnya luas begitu koq ) Ternyata belakangan setelah driver kami yang baik hati sampai dijelaskan kalau ke kiri artinya tujuan ke Saleman (pulau Ora ) kalau ke kanan ke Desa Piru ( Pulau Osi )

Sebelum melanjutkan perjalanan kami makan siang dulu di dekat pelabuhan

1

Sekitar jam 1  kami menuju desa pelita jaya, jalanan cukup bagus dan lancar. Sampai di desa tujuan  kami turun dari mobil dan

lanjut dengan Ojek selama 10 menit menuju penginapan My moon daud resort yang sudah kami pesan sebelumnya. Ternyata ada penginapan baru yang mirip dengan my moon daud, sepertinya competitor utama resort mymoon.

1q

jembatan kayu lumayan panjang. 10 menit kami sampai di resort dari gerbang masih harus jalan lagi sekitar  1 km ke

penginapan. Tukang Ojek yang membawa kami sangat handal, dengan lebar jembatan kira-kira 1,5 meter mereka stabil menjalankan motor diatasnya dan apabila ber papasan dengan motor lain dari arah berlawanan mereka mantap tidak goyah walaupun membawa kopor kami yang beratnya 17 – 20 kg di bagian depan motor.

1a

Bung ojek pulau osi sangat ramah tamah dan baik hati, kopor kami yang sebesar lemari dipanggul sampai ke kamar dan kami dapat berpoto2 ria di pintu gerbang

5

Jalan jembatan bercabang dua satu ke arah pulau Osi tempat penduduk Osi bermukim satu lagi ke arah penginapan my moon daud.

Disambut oleh Ani – pemudi ramah tamah asal pulau kasuari  kami dijelaskan bahwa per malam kami di charge 400 ribu untuk kamar, include breakfast diluar itu apabila ingin makan ikan akan dimasakan ikan terutama ikan bubara yang ada dibuat penakaran nya di belakang penginapan.

Dari 5 Kamar/cottege  yang tersedia, Kami diberi kamar no.2 kamarnya nyaman, ada AC, TV parabola (sayang yang tertangkap hanya MNC Tv dan Indosia) compelement 2 botol Aqua tiap harinya, kamar mandi bersih dan yang lebih penting adalah pemandangan di luar kamar ke arah laut dasyat sekali.

8 9

Lumayan juga suasana di dalam kamar, tapi kalau senang nyemil harus bawa sendiri karena kalau mau membeli makanan kecil agak jauh lokasinya harus ke desa Osi berjalan kaki kira-kira 10 menit.

11

Karena terlalu lelah non stop pulang dari kantor langsung ke bandara berangkat jam 11 malam mengudara, melaut dan perjalanan darat ber jam-jam plus makan siang yang nikmat kami langsung pulas tertidur sampai sore. Saat itu Mestakung (semesta mendukung) karena suasana super sepi, debur ombak sangat pelan suaranya terdengar, karena Osi terletak di semacam area teluk , ditambah lagi tamu di resort ini hanya kami berdua.

Sore hari kami dibangunkan oleh kak ani, yang menyakan mau makan apa malam ini, ada nya ikan bobara kami minta untuk di bakar saja plus sambal sayang disayang untuk sayuran harus order khusus karena agak sulit di dapat.

4 3

Malam jam setengah tujuh setelah selesai bersih-bersih kami menuju ke arah resto di resort – tempatnya lumayan luas ada TV layar besar Ibunda pemilik resort sedang asik menonton sinetron. Sambil menunggu kami pun terpaksa ikut menonton sinetron versi India yang ternyata digemari juga di daerah ini.

13

Karena tidak bisa kemana-mana dan signal yang kuat disini hanya telkomsel kami berdua mati gaya. dan ngobrol ngalor ngidul dengan 2 wanita lokal, Ibunda pak farmin dan Ani asisten nya sampai larut malam dan kami kembali ke kamar masing-masing.

Hari Ke 2 kami rencana akan ke pulau Marsegu 30 menit dari lokasi kami menginap. Sebelum berangkat kami bangun pagi melihat sunrise, tinggal melangkah keluar kamar, sunrise sudah tersedia, asli loh bukan sunrise minyak goreng.

Sunrise dari belakang kamar kami
Sunrise dari belakang kamar kami

Setelah puas jeprat jepret sunrise kami langsung berberes peralatan lenong untuk berangkat snorkling ke pulau marsegu tidak lupa memakai semua bedak, sunscreen dan lain-lain untuk proteksi dari sinar matahari yang cerah ceria saat itu. Sebelum berangkat kami sarapan pagi nasi goreng ala mymoon daud ditemani sinetron pagi dan gosip pagi dari TV

d c Selesai makan, kak ani belum juga tiba akhirnya kami jalan-jalan ke belakang penginapan dan melihat penakaran ikan disana  ikan bobara ikan napoleon dan lainnya.

Akhirnya kami berangkat agak siang jam 10 lewat dengan speedboat kecil karena kami ber dua dikemudikan oleh kak ani; harga sewa speedboat sampai marsegu bolak balik adalah Rp 300 ribu rupiah saja.

b

tidak lama kemudian kami sampai dipulau marsegu yang tak berpenghuni, namun sengaja dibuatkan tempat bersandar perahu untuk tamu2 yang mau snorkling

7

Pulau Marsegu ini tidak berpenghuni, rencananya memang dulunya akan dibangun tempat menginap disini, tapi karena kasus kerusuhan maka pembangunan terbengkalai, tersisa disitu ada 3 bangunan yg belum sempurna.

12 pantai marsegu  pasirnya masih putih dan underwater nya lumayan indah karang-karang masih alami dan berwarna warni, sayang nya karena dekat dengan lalulintas antar pulau maka banyak sampah2 terdampar di tepi pantai. Yani mencoba mengumpulkan sampah disekitar kami berteduh wah lumayan jenis hardcore sampahnya

a e

Selesai mandi-mandi dan cibang-cibung kami pulang ke resort untuk makan siang, dan sudah ditunggu dengan menu makanan istimewa :

glunchharganya Rp250 ribu 2,5 kg kami tidak menawar lagi karena harga itu sudah jauh sekali murahnya dibandingkan dengan harga di Jakarta.

Sorenya kami berjalan-jalan ke kampung Osi yang ternyata kebanyakan bukan berasal dari maluku tetapi dari daerah Buton – Sulawesi

g kp osi g kp osi2

Kampung nya cukup rapi dan bersih, namun taraf hidup masyarakat masih serba berkekurangan. Walaupun disini sering dipakai untuk daerah KKN namun terlihat sekali dana bantuan atau apapun itu dari pemerintah belum mencapai tempat ini secara maksimal.

f-hujan

Kamipun sempat mengalami hujan deras di sini, lampu mati dan kami mengobrol di depan pintu dengan beberapa pekerja di resort.  Dari mulai pacar sampai kerusuhan dan cari makan semua sudah terkorek dari mereka. Hari kami ditutup dengan menonton KDI  Lomba dangdut di MNC TV.

Pagi harinya kami langsung beres-beres untuk pulang dijemput oleh driver yang kemarin mengantar kami ke sini  kami menuju ke arah daerah Rumakay 2 jam perjalan untuk naik boat ke pulau saparua, di tengah jalan kami berhenti untuk membeli minyak kayuputih asli yang baru di proses.

1c

SAPARUA

Dari pelabuhan wailei  Menuju Saparua kami sudah booking hotel di Mahu Village Lodge – Kelapa Indah Villa di Kampung Mahu.  PIC :  Pak Paul 0811977232  atau Facebook : Mahu Village

Naik Boat lumayan cepat,  45 menit sudah sampai di Jetti Mahu Village

saparua1Serasa tamu dari kelas VIP  kami dijemput oleh private boat dari Mahu Village –  Pakai 2 motor sehingga lumayan cepat sampainya , dari kejauhan sudah terlihat  Jetty di  Kampung Mahu

Sampai di Jetty Mahu kami naik  ojek keliling-keliling kota Saparua melihat peninggalan2 kuno seperti benteng Duurstedee, Gedung Patimura dan lainnya, sore melihat pemandangan Sunset di Jetty tempat Pak Paul waduh indah sekali.

 

Sore hari kami ngobrol-ngobrol dengan pak Paul dan anak nya Johan  serta ada satu teman lagi pengunjung resort ini.  Pagi hari kami  keliling snorkling ke pulau-pulau sekitar, dan kembali kami terkagum-kagum dengan underwater disini yang indah dengan biota laut yang beragam

 

Selain  itu kami juga di ajak ke tempat pembuatan Sagu oleh Johan

Ternyata cukup rumit dan lama, dan sudah banyak pembuat tepung sagu yang beroperasi di sini tidak memproduksi lagi.

Akhirnya keesokan paginya kami pulang ke ambon. Selamat Tinggal Saparua kota yang dulu terkenal semoga satu saat akan harum lagi namanya

 

 

 

Trip to Sumbawa – Pulau Moyo

IMG_6799
api Mata Jitu Air Terjun di Pulau Moyo
Sejak membeli buku Lombok – Sumbawa karangan Gagas Ulung, saya dan yani sudah memberi tanda ke lokasi Air Terjun Pulau Moyo ini.

Akhirnya dengan modal tekat bulat dan tarik tunai tabungan kamipun membeli tiket garuda 2 hari sebelum keberangkatan. Kami memilih Jalur Jakarta Lombok karena berdasarkan referensi dari berbagai sumber ini adalah jalur ter efisien.  Pilih Tiket garuda dengan penerbangan pagi karena biasanya rate nya tidak terlalu tinggi.

Day 1 :  JAKARTA – LOMBOK – SUMBAWA BESAR

Flight Garuda Indonesia tujuan Jakarta – Lombok  :    – Pagi  05:50 – 08:55   ke Praya  Lombok kami dapat tiket dengan Harga Rp. 1,932,000 (kami pilih garuda karena trip kami 5 hari pas-pas’an berangkat sabtu pagi pulang rabu pagi jadi hanya potong cuti kerja 2 hari, makanya perlu maskapai yang tingkat ke “delay” annya rendah)

Penerbangan Jkt - Lombok 2 jam + 1 jam karena perbedaan waktu
Penerbangan Jkt – Lombok 2 jam + 1 jam karena perbedaan waktu
Sampai di Praya kami TIDAK mendapatkan tiket  satu-satunya penerbangan hari itu ke Sumbawa Besar ; yaitu wings air:  yang rutin dengan penerbangan  jam 16:40 – 17:10    Praya – Sumbawa Besar (Rp300.000) : menurut info tanggal 1 April  2015 ada penerbangan garuda Lombok – Sumbawa rutin juga tapi sayang saat kami datang 28 Maret 2015 Garuda Explorer belum beroperasi.

 Akhirnya kami putuskan untuk lewat darat  dari  BIL (Bandara Int’l Lombok) Praya Naik Damri  Rp. 25.000 ke Mataram , Dari Mataram Naik  Travel  Sumbawa Utama Hubingi  0370 -621663 (dengan jadwal jam 9:00 , Jam 11:00, Jam 14:00 dan 17:00  ) tarif @Rp. 125.000/ orang alamat di Jl Pejanggik no 106  Cakranegara.

Rute Travel nya dari pool  , 2 jam ke pelabuhan Kahyangan di Lombok Timur, lalu naik Ferry sekitar 2-3 jam di laut:  menuju pelabuhan Poto Tano, dari situ ke sumbawa besar sekitar 3 jam an baru sampai, cukup lama 8 jam melalui darat kalau lancar tetapi ya  biaya lebih murah. di Ferry tidak terlalu nyaman karena cabin tempat menunggu agak kotor.

2
Ferry Pelabuhan Kahyangan – Poto Tano beroperasi 24 jam berangkat setiap 2 jam
 Sampai di Sumbawa besar kami langsung di antar ke samawa transit hotel di jalan Garuda no 41, hotel nya dekat bandara tetapi jangan kuatir akan suara pesawat karena penerbangan ke bandara ini hanya 2-3 kali per hari. Hotelnya nyaman dan servicenya bagus.

3

Apabila ingin dibuatkan itinerary dari jauh-jauh hari ke pulau moyo dan keliling sumbawa besar,  tinggal call saja mba Inggit ini : 0823 426944 33 beliau ini multitalented selain dosen di universitas lokal, penyiar radio dia jugalah yang mengatur semua perjalanan tamu-tamu di samawa.  Bahkan dari dia pulalah kami mengetahui info keadaan cuaca di sumbawa, tidak sungkan dia interlokal  menginfokan ke kami tentang cuaca  di sumbawa; apabila laut berombak mba inggit akan menyarankan untuk menunda kedatangan dan apabila minggu ini sudah cerah silakan datang ke sumbawa besar.

Suasana di Samawa Transit Hotel
Suasana di Samawa Transit Hotel
Kami menginap semalam di hotel ini dengan harga Rp 400.000 kamar deluxe lalu besoknya sudah diatur kami akan dijemput jam 8 pagi untuk diantar menuju ke samawa seaside cottege ; sekeliling hotel banyak juga toko-toko makanan, dan disamping hotel ada pengrajin batu akik -:)

Ini Paket yang ditawarkan mbak Inggit ke Kami 2 orang :

Beli paket ke Moyo  melalui Samawa Hotel Group  ( Snorkling labuan Aji +Air Mata Jitu + Transport Boat + Maksi)  2,500,000 ++  (maksimal 6 orang) apabila budget terbatas kita bisa menginap di samawa transit hotel tetapi kalau ada sedikit tabungan bisa menginap di hotel SAMAWA SEASIDE COTTAGE rate termurah Rp 1.6 jt ++ view disini oke tidak kalah dengan hotel di pulau moyo yang terkenal itu Amanwana yang tarifnya mulai dari US$ 800 /malamSebagian dari staff di samawa seaside ini adalah jebolan amanwana jadi service nya bisa di adu.

 DAY 2 : SUMBAWA BESAR – MOYO ISLAND

Dijemput jam 8 pagi (transport include ) ke SAMAWA SEASIDE  (EddySupardi  PIC : eddy@samawaseasidecotteges) 085239 514074 kami langsung disambut oleh pak eddy manager on duty tempat ini; setelah menunjukan kamar kami yang enak dan nyaman kami langsung diantar ke boat untuk menuju ke desa Labu Aji kepulauan Moyo yang terlihat jelas dari lokasi hotel seaside.  Sebenarnya  ada cara yang lebih murah untuk sampai ke pulau moyo yaitu naik perahu nelayan dari desa AI bari dekat pasar atau dari pelabuhan  Goa selama 1,5 jamTapi kami pilih jalan tercepat karena liburan waktunya terbatas yaitu menuju moyo lewat samawa seaside hanya 20 menit saja.

 6

Sampai di lokasi hotel seaside, di gerbang masuk kami sudah disambut berpuluh-puluh tanaman buah naga, agak masuk ke dalam sudah langsung terlihat pantai dan cottege yang indah dan nyaman.

Welcome drink Tamrind ice tea
Welcome drink Tamrind ice tea
7

Staff disini ramah-ramah,  kami dijelaskan paket apa yang akan didapat harga nya 2,5 jt satu boat + kamar 1,6 jt . Jadi kalau tidak mau menginap disini tidak apa-apa bisa di transit hotel nya tapi kalau ada rejeki lebih enak menginap disini pemandangannya indah.

4

Setelah meletakan kopr dan berganti baju kami diantar ke boat dengan 3 orang awak yaitu, Musa – Laurent dan Mail , merekalah yang akan mengantar kami ke pulau moyo

2

Cuaca saat kami naik boat sangat cerah sekali membuat pemandangan disekitar jadi serba biru .

Setelah naik boat cepat tidak sampai 20 menit kami sampai di labuan Aji Pulau Moyo – disambut oleh 3 tukang ojek yang handal yang siap mengantar kami ke Air Terjun Mata Jitu

8b

Desa Labu Aji ini agak sepi apabila tidak ada pengunjung,  pendidikan hanya sampai sekolah tingkat SMP di pulau Moyo ini, sehingga hanya anak-anak kecil yang bermain dihari libur di pantai; Para Ojekers ini adalah anak-anak putus sekolah desa; mereka ramah-ramah dengan kami.

9

Jalanan yang kami lewati dengan ojek tidak terlalu mulus, tetapi lumayanlah jarak tempuh ke air terjun bisa diperpendek, naik ojek hanya makan waktu 25 -30 menit kalau jalan kaki ya bisa 2 jam lebih itu juga tergantung dari  fit atau tidaknya kita.

Sampai di batas dimana kendaraan tidak dapat lewat lagi kami disuruh untuk berjalan ke arah hutan, di tengah jalan sudah terdengar deru dari air terjun mata jitu. Konon disini ada 7 air terjun yang bisa kita lihat

11 12 16

Di area ini konon ada 7 buah kolam alami yang bentuk nya tersekat- sekat dan bertingkat (tearing) namun tidak boleh di buat mandi atau berenang agar sedimen-sedimen yang terbentuk tidak rontok dan merusak keindahan kolam alam ini.

IMG_6599

Namun jagan sedih agak naik sedikit kita akan bertemu dengan kolam alami yang sangat terkenal dimana lady diana juga mandi-mandi disitu. Untuk menuju ke atas harus berhati-hati karena jalanan agak  licin dan berbatu .

IMG_6761

Sebelum sampai ke lokasi kolam lady Di, kita akan bertemu dengan satu lagi air terjun yang ada gua di sampingnya, saya sangat tidak sabar ingin sekali menikmati kesegaran air itu. Dan berdasarkan informasi pak  Musa kolam di bawah air terjun ini boleh dimasuki asal hati-hati karena licin.

IMG_6605

Dibantu oleh tukang ojek yang saya naiki saya berhasil naik ke gua dan berenang ke dalam kolam  dibawah air terjun. Waduh ini pertama kali saya merasakan air yang begitu segar dan rasanya sejuuuuk sekali, Tidak heran kalau kita lihat di film-film kalau peri-peri mandi di kolam alam mereka teriak-teriak kecil disana, kami pun begitu  karena merasa sangat beruntung bisa merasakan kesejukan dan kesegaran air pulau moyo ini.

8

ke 4 pria yang mendampingi kami sudah tidak segan-segan lagi dengan kami memanas-manasi kami untuk berenang-renang di tempat ini , tapi karena takut waktu terbatas untuk snorkling sehabis ini maka kami sadar diri langsung naik dan berjalan kembali menuju ke kolam lady diana itu.

9 10

Sesampai kami di tujuan ada meja kayu di tepi kolam dan tiba waktunya untuk makan siang. tapi sebelum makan saya dan yani ingin cibang cibung dulu di kolam tante diana ini. ternyata kolamnya cukup dalam, berkali-kali pak florent meyakinkan kami untuk turun. akhirnya saya dengan kemampuan sedikit gaya renang ala gukguk pun memberanikan diri  untuk turun tapi agak terpeleset sehingga saya sliding di bebatuan, untungnya licin jadi seperti main perosotan dan tidak terluka sedikitpun.

Setelah puas cibang cibung di kolam lady diana ini kami pulang kembali ke tepi pantai untuk snorkling melihat keindahan karang sekitar pulau Moyo, ada beberapa spot, kami cuma ke spot labuan aji, jarak pandang nya lumayan clear, sebelum ke spot kami melewati penginapan Amanwana  hotel bintang 5 yang sering didatangi artis hollywood itu. Kalau mau mampir bisa di arrange dari samawa tapi kita harus melakukan pembelian disana Hotel Amanwana sumbawa

Sekitar jam 4 kami puas dan kembali ke samawa seaside, santai di kolam renangnya yang langsung menghadap ke laut  

 

Menunggu matahari terbenam kami duduk duduk di resto berdasarkan info pak edi kalau musimnya kita dapat menyaksikan  rombongan kelelawar pindah lokasi di sore hari. Sayangya sore itu mereka tidak lewat. Karena bukan musim liburan kami cuma berdua yg dinner disitu, 

Esok paginya kami bangun jam 6 dan lihat sunrise tinggal melangkah ke arah pantai dari kamar kami  

 

Sejuk sekali udaranya dan pemandangannya indah dan tenang, dijamin pasti banyak ide bisa muncul melihat pemandangan ini. 

Breakfast di samawa seaside standard lebih variatif yang di transit, setelah breakfast kita bisa melakukan banyak aktifitas seperti berenang, bersepeda yg sudah disediakan di taman atau photo2 dipantai  

 

Jam 2 sore kami check out, jangan lupa mampir di desa penghasil susu dan beli permen susunya, kalau mau beli tenunan sumbawa ada lokasi desanya dekat samawa seaside ini. 

Kembali ke kota sumbawa besar kami tour keliling kota beli oleh2 seperti madu sumbawa, minyak sumbawa untuk urut2, terasi juga terkenal dan mampir juga beli batu akik khas sana yaitu buluh perindu buat oleh2. 

Sorenya kami ber spa ria di samawa transit, pagi kami kembali ke lombok dengan pesawat wings air pukul 6 pagi cukup 40 menit saja kami sudah sampai di Lombok praya dengan tiket seharga 350 ribuan.

Walaupun singkat sumbawa sangat indah dan mudah dijangkau 

  

Trip to Madura

Jembatan Suramadu
miJembatan Suramadu

Sebenarnya keinginan untuk ke madura sudah sejak lama, tapi karena mungkin tempatnya terlalu dekat dan yang terkenal di sana oleh umum adalah karapan sapi, maka tujuan ini dikesampingkan.

Kebetulan pada saat  trip sebelumnya saya berkenalan dengan eris anak surabaya, maka gayung bersambut, yani pun setuju next destination adalah Madura. Kemungkiann 17 agustus ada karapan sapi katanya.  jadi saya dan yani berangkat hari jumat malam, dan sampai di surabaya pagi dini hari, rencana ambil cuti 1 hari jadi kami kembali hari Senin malam.

HARI PERTAMA

Kami menginap di hotel Santika Jemursari lumayan lokasinya sudah dekat dengan suramadu. Sabtu Pagi mulai lah perjalanan kami

tujuan pertama adalah kota Bangkalan, tempat dimana penjual batik berada , karena motif nya yang warna warni batik madura ini membuat kami kalap

Beberapa motif batik madura
Beberapa motif batik madura

dan sambil menuju ke lokasi penjualan bebek madura, bebek sinjay. di bangkalan tempat jual bebek madura paling nge hits, walaupun disekitarnya banyak versi2 penganan bebek yang lain dengan nama yang aneh-aneh tapi konon menurut kabar di sinjay lebih mantap rasanya. Memang setelah dirasakan cukup unik dan berbeda rasanya, ada harum rempah dan sambal mangganya mantap rasanya.

bebek sinjays

dari arah bangkalan kami langsung menuju ke arah kota sampang,  untuk melihat air terjun Toroan, yaitu air terjun yang langsung turun ke laut.  Menuju kesana cukup jauh walaupun ada penunjuk jalan nya namun karena banyak  jalan di tutup karena hari itu adalah sabtu menjelang 17 agustus yang penuh kegiatan warga setempat.  Akhirnya kami sampai juga di tepi laut dan lokasinya cukup dekat dari jalan raya.

Pada waktu kami tiba hari kira-kira sudah pukul 4 sore, air laut sedang surut sehingga kami bisa berjalan mendekati air terjun dari bagian bawah. Walaupun penuh bebatuan namun pemandangan nya cukup indah. Ditambah lagi dari sisi air terjun itu kita bisa melihat matahari terbenam.

madura air terjunmenurut informasi penduduk setempat airnya akan memenuhi semua lokasi kering tempat kami berpijak apabila air pasang, jadi tidak memungkinkan untuk memotret dari jarak dekat seperti kami lakukan.

air terjun toroan madura7

Kami menunggu sampai matahari terbenam melihat sunset, tapi ternyata lokasi ini sungguh sepi saat jam-jam maghrib selain itu akses menuju ke lokasi ini pun akan segera di tutup mencegah kegiatan-kegiatan yang tidak diinginkan kata penjaga pos nya.

madura-air-terjun

Dari sini kami naik mobil lagi menuju kota pamekasan untuk beristirahat,  informasi katanya ada karapan sapi di sana, dan ternyata tidak ada pada saat tujuh belas agustus itu.  Jaraknya cukup jauh dan jalannya berliku-liku dari  Sampang ke Pamekasan, 3 jam lebih lah  kami masuk kota sampang kira-kira jam 7 malam. Langsung kami berencana untuk makan. Kami mencari lokasi sate laler atau lalat yang terkenal itu.   Sate laler ini dagingnya bisa pilih ayam. kambing atau sapi tapi porsinya  kecil-kecil sekali. jadi satu orang minimal 20 tusuk baru kenyang.

Yang kami coba adalah satai lalar di depan hotel Ramayana jalan niaga. Lumayan juga rasanya dan tidak terlalu ramai di dekat lokasi ini ada butik batik khas madura yang lumayan juga model dan beragam coraknya namun agak mahal juga.

sate lalar khas madura
sate lalar khas madura

sate lalar2

Karena hari sudah malam kami mencari tempat beristirahat dulu, dan karena hotel ramayana di depan kami sepertinya penuh sekali maka kami di rekomendasikan ke hotel new ramayana yang lebih baru dan bersih oleh pemilik toko butik; lokasinya new ramayana pamekasan hotel – JL. TRUNOJOYO 88  Telp :  new ramayana pamekasan hotel – 0324 – 333237 .  Hotel ini bersih, dan harganya pun tidak terlalu mahal,  300 ribu per malam untuk kami ber 3 + breakfast yang lumayan enak, kamar mandi dengan shower air panas AC yang lumayan dingin

new ramayana
new ramayana

Tidak jauh dari hotel ada lokasi api abadi (api tak kunjung padam)  berkendara sekitar 10 menit sampailah kami di lokasi yang ramai dengan jualan kaki lima . Ditengah-tengah lokasi nampak orang-orang sibuk membakar jagung, ubi dan sejenis nya di atas api-api kecil yang bermunculan dari dalam tanah. Warna api ini biru, seperti api kompor gas.  Agak diluar dugaan, di otak kami apinya besar sekali ternyata kecil-kecil dan banyak spot nya, makin di korek-korek pasir disekitarnya apinya makin membesar.

api3 api2 api1

HARI KE DUA ( PAMEKASAN – SUMENEP )

kami di Madura adalah tanggal 17 agustus, herannya tidak ada kegiatan apa-apa disekitar pamekasan ini , keliling ke GOR, alun-alun dan tempat keramaian lainnya sepi. Akhirnya kami memutuskan untuk melihat daerah pantai pulau madura di daerah Sumenep.

sumenep-map

pantai disekitar sumenep on th

 Setelah sarapan Soto di hotel kami melanjutkan perjalanan menunju menep, jalan raya di pulau madura ini bagus dan mulus;
Karena perjalanan cukup panjang kami terkadang berenti di tepi jalan untuk melepas lelah sekalian mengambil foto dari pemandangan yang  bagus di mata.
Karena rencana lihat karapan tidak tercapai kami memutuskan untuk melihat lokasi wisata relegi di sekitar kota Sumenep yaitu Astana Tinggi.
asta tinggi
Dari sini setelah mendengar cerita sejarah dari pangeran-pangeran yang di kubur disini kami menuju 2 pantai yang konon paling terkenal di madura yaitu pantai Slopeng dan pantai Lombang.   Jalanan cukup berliku sebelum kami menemukan pantai Slopeng,  ternyata pantai ini tidak terlalu ramai
pantai-slopeng
 Setelah makan rujak disini kami langsung menuju ke pantai Lombang yang lebih ramai. Bila kita lihat di peta kedua pantai ini terletak di satu garis pantai, sehingga pemandangannya hampir sampai. Pantai Lombang lebih ramai karena fasilitasnya cukup memadai. Kedua pantai  ini tidak seperti pantai di Indonesia yang  biasanya ditumbuhi pohon kelapa atau bakau tapi  pantai ini ditumbuhi oleh Cemara Udang
CEMARA UDANG BONSAI
saCEMARA UDANG BONSAI

Selain itu di Pantai Lombang orang bisa juga menikmati  berkuda di tepi pantai, main di lautnya yang landai atau sekedar duduk-duduk di gazebo dengan memakan makanan yang banyak dijajakan di pinggir pantai. Pantai ini termasuk bersih karena ada petugas yang rajin menyapu sampah pengunjung.

pantai-lombang2 pantai-lombang

Pantai dengan Cemara Udang
Pantai dengan Cemara Udang

Karena belum makan seharian kami semua sudah mulai masuk angin, dan ternyata perjalanan menuju ke hotel di sumenep lumayan jauh,

kami sampai pukul 3 di kota sumenep, hotel yang sudah kami booking adalah hotel C1, karena jalan banyak ditutup untuk 17 agustus kami lumayan sulit mencari lokasi hotel yang berada di area perumahan.

C1hotel C1 lumayan direkomendasikan, bersih dan pelayan cukup ramah, kamarnya besar dan bermodel arsitektur daerah jawa.  Kami langsung memesan makanan di sini dan istirahat karena kecapaian dan masuk angin. Malam nya kami keluar sebentar untuk makan sayangnya resto-resto banyak yang tutup. Kami Check out jam 5 pagi keesokan harinya karena berencana menyebrangi selat madura menuju pulau Gili lyang dari pelabuhan Dongkek 3 jam an dari Sumenep.

HARI KE TIGA

nSesampai kami di pelabuhan dungek kami mencari perahu untuk di sewa, Sunrise nya cantik sekali disini, pelabuhan masih sepi

sunrise

 

kami dapat perahu pak abu basir yang mau nego dengan harga yang cukup masuk akal; ABU BASIR – 087750066654; Penyeberangan lamanya tergantung dari ombak ; karena Gili Lyang melawan ombak kami sampai 45 menit terapung-apung di laut selat madura dengan ombak lumayan masuk ke kapal membasahi muka kami dipagi hari. ditambah sinar matahari yang lumayan mencoronggily-lyang

Akhirnya sampai juga kami di pulau Gili Lyang – pulau yang konon katanya memiliki kadar oksigen tinggi dibanding wilayah lain di Indonesia.  Memang udara disini tidak berbau amis seperti pantai pulau lainnya. dan segar nya memang berbeda rasanya.

gili-lyang-port gili-naike

Disini untuk berputar-putar kita harus menggunakan jasa ojek, 50 ribu 1 jam putar pulau. Penduduk ramah-ramah kami ber 3 disambut dengan baik.

naik-ojek

Tujuan  pertama Gua yang menurut mereka baru ditemukan; Yani yang anti gua dan parno masuk ke tempat gelap tidak terlalu parno karna guanya  tidak pengap dan uniknya dinding nya berkilap-kilap seperti ada batu-batu permata yang menempel di dindingnya

gua gua daaNext stop  adalah tempat terdamparnya ikan paus pantai disisi yang berbeda dari kami mendarat tadi.

pulau gili2tulang Ternyat a kerangkanya lumayan besar dan cukup terawat ; pemandangan disini juga lumayan bagus ; ditambah udaranya yang segar kita tidak terlalu merasa capai untuk jalan-jalan agak jauh. Konon penduduk disini pun memiliki umur yang panjang karena sehat menghirup udara yang segar tiap hari. Hal ini pun masih diteliti oleh para ilmuwan dari LAPAN bandung  darimana sumber oksigen yang bagus ini.

Selanjutnya kami ke pelataran tertinggi di pulau ini untuk duduk-duduk menghirup udara yang langka ini. Lalu karena waktu terbatas kami jam 12 harus sudah harus kembali ke kota.

IMG_3781pulau gili lyang

Kembali ke dongek  lebih cepat karena air laut sudah naik dan kami tidak bisa jalan di pantai karena pantai sudah hilang di penuhi air

Air pasang pelabuhan dongkek
Air pasang pelabuhan dongkek

Akhirnya kami naik mobil dan menuju kembali ke kota sumenep – disitu kami mencari sop kaldukokot yang terkenal, dan karena penasaran karena tidak buka malam hari. Ternyata tempatnya agak masuk ke dalam lokasi agak susah dicari di jalan wahidin belakang musium keraton. Untunglah kami ketemu tempat ini, ternyata kokot alias otot ini enaknyooo ; rasanya gurih dan kokot (sepertinya kikil ) ini lembut sekali dan kenyal tapi tidak alot dicampur antara lain dengan kacang hijau sehingga membuat kuahnya kental-kental tak terkendali yang membuat rasanya unik seperti bubur gurih. Makannya bisa dengan lontong atau semacam combro.

Pokoknya enak deh gak nyesel kalau mampir disini.
kokot

Di depan gang menuju ke warung kokot ini, ada oleh-oleh khas madura, kami membeli banyak sekali rengginang berbagai rasa

setelah puas beli oleh-oleh kami kembali menuju surabaya mampir kembali di pamekasan untuk menggunakan waktu terakhir di madura untuk membeli batik khas madura ; lokasinya di koperasi dekat sekolah lengkap isinya.

Akhirnya kami meniggalkan pulau madura dengan gembira dan dengan buah tangan yang cukup beragam.

Lumayan weekend yang cukup menyenangkan Thank you eris untuk mobil nya yang nyaman

trip to Bandanaira & Kei Kecil Maluku

Sangat aneh bisa hilang sendiri postingan saya mengenai Banda ini.

Kepulauan Banda terletak di Maluku Tengah dengan ibu kota Masohi dan Kepulauan Kei terletak di Maluku Tenggara dengan Ibukota Tual Untuk ke 2 lokasi ini kita perlu minimal 10 hari : kami pergi mengambil keuntungan harpitnas di bulan Mei 24 Mei – 3 Juli (hanya potong cuti 5 hari )
Let’s Go to Banda City
Mencapai kota Banda dari Jakarta jadwal ter efesien bagi kita pelancong yang bekerja; paling cepat ya lewat udara,
kita bisa berangkat dengan pesawat terpagi dari jakarta Jam 00.10 hari sabtu dini hari; tiba di jakarta sekitar Jam 7-8 pagi tergantung pesawat transit atau tidak di makassar.
Di Ambon kita harus menginap sehari; Jarak bandara patimura dan kota Ambon memang agak lumayan jauh tapi taxi charteran banyak disana, menuju ambon bisa 30 menit

Untuk taxi carteran lebih enak  kalau dapat driver yang enak dan informatif  tapi tidak terlalu talkatif ini contohnya pak wempi  085284385687 ;  500 ribu per 12 jam cukup mengetahui keadaaan di kota Ambon

 

.photo 1

Menuju Banda sekarang hanya ada lewat laut sejak merpati berhenti beroperasi dan maskapai penggantinya NBA belum juga beroperasi sampai 2014 ini.

Jadwal KM Tidar setiap hari Minggu dari Ambon – Banda berangkat Minggu Sore (tergantung jadwal di Pelni kami akhirnya berangkat jam 19: 45 ) Tiket kapal kami beli di Jakarta tapi ternyata lebih oke beli di TKP ; berlayar selama 9 jam kami sampai di Banda pukul 8 pagi hari Senin.

photo 2

Kapal Pelni Banda menuju Ambon 4 hari kemudian yaitu hari Jumat pagi.

Kapal Pelni Tidar dibagi menjadi 4 Kelas
Kelas 1 (kamar dengan 2 tempat tidur ) harganya berkisar 350 ribu
Kelas 2 ( kamar dengan 4 tempat tidur ) harganya 300 ribuan
Kelas 3 (kamar dengan 6 tempat tidur ) harga 200 ribuan
Kelas ekonomi ( silakan pilih posisi sendiri /tidak ada kamar ) harga 100 ribuan
Lebih nyaman memang pilih kamar; selain barang bawaan aman kita juga bisa beristirahat .

1
kamar kelas dua ada 4 tempat tidur
WC nya  lumayan bersih tinggal di siram
WC nya lumayan bersih tinggal di siram

TIBA DI BANDA

Pagi-pagi kami tiba di Banda dan karena sudah membooking di Maulana Hotel maka  barang -barang kami dibawa turun oleh petugas dari Maulana,

Hujan tiba-tiba turun dan kami langsung berlari-lari ke hotel yang letaknya tidak jauh dari  Pelabuhan Banda

mau3

mau2

Ternyata hotelnya menghadap ke laut dan nyaman sekali, yang kami lihat banyak turis asing yang menginap dan semuanya naik kapal yang sama dengan kami

Pagi ini kami disuguhi pisang goreng kopi  sambil melihat kepergian kapal Tidar menuju Papua

IMG_3827

Kami langsung explore kamar dan kitar nya, dan ternyata di kota Bandanaira ini ada fasilitas wifi yang bisa di akses di sekitar pelabuhan., bissa beli vouchernya mulai dari 25 ribu – sampai 250 ribu

saya beli yang 100 ribu biasanya 2 hari langsung habis apalagi kalau akses Path upload photo.

Sore Hari kami leyeh-leyeh di hotel dan  mandi air panas di kamar mandi, disini ada TV juga loh jadi gak akan ketinggalan berita.

2

Tiba makan siang kami makan di hotel dengan tarif 80 ribu per orang

Menu di Maulana Hotel
Menu di Maulana Hotel

Sepertinya makannanya terlalu banyak buat kami yang berperut kecil hehehe tapi lumayan unik juga menunya

Disekitar hotel maulana ini pemandangan sangat indah, ada gunung api ,  laut yang jernih bahkan kita bisa lihat langsung di air ikan warna warni berenang-renang

mau4

photo 4 photo 5

Sore harinya kami berputar disekitar kota Banda, Melihat Museum, dan rumah-rumah peninggalan jaman belanda juga rumah tempat pembuangan Bung Hatta

Memang Bandanaira ini terkenal sebagai kota penuh sejarah. Ada juga gereja yang cukup besar disini konon sudah di renovasi pasca kerusuhan kursi-kursinya sudah baru

ada dibagian belakang pekarangan satu kursi bekas di bakar yang menjadi saksi bagaimana orang bisa berubah sejahat itu akibat dari provokasi.

Saksi sejarah kejahatan politik adu domba
Saksi sejarah kejahatan politik adu domba
gereja1
Gereja di tempat mayoritas muslim lambang kebebasan agama di Indonesia

Selain itu ada rumah budaya Banda naira menyimpan benda-benda bersejarah banda,

rumah budaya
Anak dari keturunan Des Alwi tokoh terkenal jaman Bung Karno berasal dari Banda

Banyak rumah-rumah berarsitektur belanda di Bandanaira ini, ada juga benteng-benteng peninggalan Belanda.  Satu masih terawat Benteng Belgica

Suasana Benteng Belgica
Suasana Benteng Belgica
Suasana Senja di depan hotel maulana
Suasana Senja di depan hotel maulana

 

Day 2 – BANDA

Kami menuju Banda Besar naik kapal pagi -pagi

suasana di pasar ikan
suasana di pasar ikan

cabe

Karena konon katanya hujan dan angin Timur sedang bertiup maka suasana laut tidak tenang, rencana kami untuk explore laut tidak bisa dilaksanakan

akhirnya kami guling-guling dikamar dan setelah itu sore kami bersunset di desa ujung pulau dekat bandara banda naira.

banda sore

Senja di Bandanaira
Senja di Bandanaira

 

Hari ke tiga kami baru bisa jalan-jalan naik  perahu motor ,  ber 8 kami jalan ke bawah gunung api lalu berputar ke Banda Besar sebentar  melihat perkebunan sayangnya hujan lagi

sehingga kami cuma sebentar di Banda Besar setelah hujan agak reda kami menuju ke pulau syahrir, arah berlawanan dari Banda besar 30 menit kami kehujanan di tengah laut

tapi syukurnya setelah sampai di pulau syahrir yaitu tempat pembuangan  pahlawan kita St Syahrir  cuaca cerah ceria sehingga kami bisa snorkling-snorkling ria dengan bebasnya.

renang
Suasana di kaki gunung api

 

Pulau syahrir sangat sepi, listrik pun hanya malam dengan genset, tapi pemandangan disini luar biasa biru sekali lautnya dan airnya jernih

 

DSCN0938

Ombak  dan hujan di perjalanan menuju pulau Syahrir
Ombak dan hujan di perjalanan menuju pulau Syahrir

 

 

 

 

Pulau syahrir
Pulau syahrir

kami berkali kali naik dan turun snorkling disini sampai sore, karena rencannya mau melihat sunset  di tempat ini

Mahdi awak kapal menemani kami snorkling di pulau syahrir sampai ketengah.

4

 

Mahdi yang belajar memakai gogle dari turis asing
Mahdi yang belajar memakai gogle dari turis asing

Karena suasana sore mendung kami memutuskan tidak menunggu sunset, dan kembali ke penginapan

Malam kami makan di tempat Abba  Mutira Guesthouse, enak makan disini  ala buffet, untuk

lokal dikenakan 6o ribu  tapi makanannya benar-benar menggunakan bumbu terkenal lokal

seperti pala dan lada juga cengkih,  salah satu favorit saya sup bakso ikan rasa daging ayam hahaha,

sangking piawainya beliau meramu bumbu ikan kami kira ayam; Abba juga menyediakan trip ke pulau Rhun

akhirnya kami putuskan untuk ke pulau Rhun Lusa hari ke 4, Besok hari ke 3 kami rencana ke Pulau Lonthoir dan Banda Besar

Info Penginapan di Maulana Resort : 0819 450 515 26  atau 0910 21022/21024 PIC nya Pak DEDE   Harga kamar standard 300 ribuan kalau kamar bekas lady di agak sedikit mahal

Info Penginapan Mutiara – http://www.banda-mutira.com atau FB : Banda Mutiara  PIC : Abba  telp 081330343377

Singkat cerita , kepulauan Banda dan pulau-pulau sekitarnya ini memang penuh dengan sejarah, apabila senang dengan budaya dan daerah-daerah historis pasti senang melihat banda

cerita-cerita seperti Pulau Rhun yang ditukar dengan pulau Manhattan di Inggris sana  oleh Belanda sangat memukau, begitu berharganya pulau itu dizaman penjajah

tapi sekarang keadaannya tidak terlalu terawat, taraf hidup penduduknya pun sangat menyedihkan. apalagi anak-anak disana pendidikan nya sangat tidak terjamin.

 

rhun2 rhun1 rhun3 rhun4

Hari terakhir kami dijemput oleh kapal Tidar, berangkat jam 9 pagi dan sampai di Ambon sore hari jam 5 sore, langsung dijemput pak wempi kembali menginap sehari di hotel untuk

besok siangnya hari sabtu kami ke Pulau KEI Kecil naik Wings Air ; ada 2 kali penerbangan menuju Bandara Langgur di kota Tual  pagi dan sore.  lama penerbangan 1,5 jam harganya berkisar 2,5 jt PP

kami hanya punya waktu 2 hari full day di pulau ini sehingga harus bisa memanfaatkan waktu

 

Bandara-Langgur
Bandara Langgur baru dibuat jadi bersih dan bangunan nya lumayan modern

Ternyata keadaan kota Tual itu lebih modern dan ramai dibanding bandanaira, suasananya sudah seperti kota besar Ambon, di Tual ada satu supermarket yang isinya selengkap

Superindo atau giant.  Penduduk bilang John Kei  dan teman-temannya yang merantau ke jakarta yang kita kenal sebagai preman itu ikut membangun kota ini hingga seperti ini,

sayangnya memang kotanya jadi terkotak-kotak berdasarkan agama, Langgur tempat orang beragama kristen, Tual lebih banyak berpenghuni muslim. Mereka sangat segan untuk

mengunjungi daaerah yang tidak seiman ; sepreti apabila kita ingin mengunjungi gereja atau tempat wisata lain di daerah kristen alangkah baiknya membawa driver atau pun pemandu yang Kristen

demikian sebaliknya.  Tadinya kota ini aman mereka saling hidup bertoleransi, tapi kembali akibat dari pengaruh luar yang memprovokasi dampak kerusuhan agama disini agak sedikit berlarut-larut

4

Kami mengunjungi  Gua Hawang di desa Letvuan Langgur tempatnya sangat mistis dan airnya jernih sekali, tapi karena tidak memungkinkan untuk berganti baju, kami tidak berenang disini

buku untuk anak-anak sangat dibutuhkan
buku untuk anak-anak sangat dibutuhkan

Di Desa ini  ada perpustakaan hasil dari KKN mahasiswa UGM, Uli teman kami membawa buku-buku  bacaan untuk anak-anak untuk disumbangkan ke perpustakaan.

Pantai Ngurbloat pasir panjang
Pantai Ngurbloat pasir panjang

Dari sini kami menuju desa  Ngilngof terletak disebelah barat laut Kepulauan Kei Kecil,  Desa ini terkenal dengan pantainya yang putih  seperti  tepung,   Sampai di situ kami sudah cukup sore jam setengah 6 dan matahari masih terlihat bersinar hendak menuju kebalik laut;  Pantai suasananya sepi,  Penduduk disitu mendekati kami memamerkan hasil photo sunset nya .

 

Sunset di pantai desa Ngilngof
Sunset di pantai desa Ngilngof

Memang sunset disini tiada duanya, sambil jalan menyelusuri pantai putih dengan kaki telanjang menikmati pasir pantai ini yang halus, mata kami tertuju kepada  matahari tenggelam  yang menjadi background kapal-kapal nelayan diatas air lautnya menjadi bentuk-bentuk siluet indah. 

IMG_4276

Makin tenggelam matahari di ujung horizon makin indah cahaya berpendar. Saya dan teman-teman terduduk di pantai ini sambil menyaksikan pemandangan super indah.  Sinar matahari berubah seperti lampu panggung gemerlap warnanya.   Tanpa sadar airmata saya meleleh melihat keindahan itu ( jadi lebay banget )  How Great Thou Art,  I wish you were here,  It’ s a wonderful world  semua quote-quote Indah langsung muncul di benak campur aduk.

Setelah agak gelap dan matahari tenggelam, muncul bintang-bintang di langit bersih di atas kami ..huaaaaaa jadi pengen gandengan sayang gak  ada yang pantes di gandeng…-:)

Pemandu kami  2  pemuda lokal  Milo  (namanya Emir ) dan Mito (nah ini lupa nama aslinya )  beserta dengan seorang  mahasiswa dari UGM Pasca Sarjana Antropologi  Mas Sahrul. yang sedang melakukan penelitian di daerah Kei mengingatkan kami untuk menuju penginapan kami.

Nama Penginapan kami adalah ohoiew island country resort harga penginapan  Rp.350.000 permalam  letaknya di seberang desa Ngilgof, harus naik kapal speed boat  sekitar sepuluh menitan. Harga kamar akan naik di bulan Oktober 2014,  Untuk pesan kamar ataupun sekalian makanan harus menghubungi pengelola pulau di 085 254 303 031 dengan Patris

Karena hari sudah super gelap dan air agak surut maka kami berjalan agak sedikit ke arah laut, gelap-gelapan hanya diterangi sinar bulan dan bintang-bintang naik ke atas kapal boat kami.  

 Sampai di pulau tidak terlihat apapun gelap, dan lelah sekali kami langsung memilih kamar dan mandi (tersedia listrik, AC, dan Shower ): Namun harus diingat karena tidak ada penduduk dipulau ini, apabila ingin disediakan makan harus melakukan pemesanan terlebih dahulu kepada pengelola, kalau tidak ya tangkap ikan sendiri di laut dan bakar sendiri .

7

 

 

Trip to Tanjung Bira, Bulukumba Makassar

Ada tanggalan merah lagi di bulan april 20 2014,  cari tiket murah garuda last minute akhirnya dapat ke Makassar (lagi) saya dan yani memutuskan kali ini akan liburan ala backpacker jadi tujuan nya adalah Tanjung Bira di daerah bulukumba  berjarak 5 jam dari makassar naik kendaraan pribadi.

Image

Kami berangkat malam hari (jam 9:15) naik Garuda dan sampai di makassar kira-kira jam 01:00 dini hari, sebelumnya sudah booking di hotel kanaka giana agak murah 190.000 per malam di daerah bandara lama, lumayan bersih, tapi tidak tersedia hot shower; hanya cold , dan karena kamar di atas harus angkut-angkut barang di pagi hari ke kamar hotel. Ternyata sekarang ada hotel budget Ibis di bandara Hasanudin, jadi next time tentunya akan menginap disitu.

Image
walaupun hanya 3 hari tapi bawaan 9 lt isinya mulai dari daleman sampai lifevest -:)

 

Paginya kami dijemput jam 9 pagi  untuk berangkat ke Bulukumba,  di tengah jalan daerah jeneponte kami melihat sudah banyak berderet

buah-buahan kesukaan kami durian, rambutan, langsat akhirnya kami berhenti sekitar jam 11 di warung penjual durian ; harganya lumayan  50 ribuan dapat 3 ukuran sedang, melihat yang jualan kami tak tega untuk menawar;  rasanya lebih enak dibanding versi terdahulu ketika kami makan di kota makassar.

Image

Sepanjang jalan memasuki area jeneponte ini banyak sekali warung tertulis coto.  kuda , sepertinya daging kuda sudah cukup biasam  dikonsumsi;

Kuda memang banyak terlihat dimana-mana bahkan di sawah-sawah kuda dipakai untuk menarik gerobak dan menuai;  Makan  siang nya kami mampir di warung coto ; tapi kami pesan coto ayam ; lebih layak dimakan sepertinya.

Image

Jalanan menuju ke Tanjung Bira lumayan bagus; hanya dibeberapa tempat saja yang berlubang-lubang, setelah memakan waktu 4 jam lebih kami sampai di Tanjung Bira; masuk ke kawasan ini kita harus bayar dahulu

Image

sampai di tanjung bira kami mencari sunshine homestay, penginapan ala backpacker yang sudah kami booking 3 minggu sebelumnya dengan mbak nImage

mbak nini pemilik guest house yang reviewnya cukup bagus di tripadvosory; tempatnya cukup sederhana tapi bersih, kamar kami di lantai dua terbuat dari kayu-kayuan, beberapa turis dari jerman sudah duduk-duduk di balkon melihat pemandangan.  Sampai di guesthouse kami masih guling-guling meluruskan kaki yang pegal-pegal kelamaan di mobil. menikmati kamar kami yang sejuk dibandingkan suasana diluar yang panas terik karena ada kipas angin yang bertiup kencang di kamar kami.

Image

Setelah agak sore kami berangin-angin keluar melihat pantai tanjung bira dari atas balkon duduk di serambi depan kamar kami menunggu matahari agak tenggelam kami berencana dinner di D’prahu resto yang konon katanya view nya bagus dan bentuknya seperti perahu.

Dengan menyewa motor seharga Rp 75 ribu kami boncengan ke D’perahu di Anda hotel , sebenarImage

Hotel ini bisa dicapai menyusuri pantai tanjung bira tapi karena kami ingin berpetualang  kami melewati jalan biasa, sayangnya yani sudah lama tidak mengendarai motor sehingga saya yang di bonceng harus naik turun motor apabila kami melewati tanjakan dan turunan. Dariuh atas resto ini kita bisa menikmati pemandangan yang indah; ke laut dan kepantai dan dapat melihat ke seluruh penjuru pantai.

Pantai tanjung bira pada saat liburan memang luarbiasa ramai, hotel fully booked, lumayan  juga banyak turis asing lalu lalang di daerah ini.

HARI KE 2

Pagi-pagi hujan turun dengan keras dan gelap dilangit tidak hilang-hilang kami sudah kuatir rencana bisa berantakan apalagi waktu nya terbatas besok sudah harus ke makassar; tapi akhirnya hujan reda juga.

Rencananya hari ini kami akan ke pulau kambing, liukang loe  dan pantai Bara;  Mbak nini sudah membooking kapal untuk kami berdua; tadinya ada yang hendak gabung dengan kami tapi karena takut selera tidak sama maka kami memutuskan untuk membooking kapal itu berdua saja ;  harganya Rp 600 ribu untuk mengunjungi 3 pulau itu.

IMG_2827

Di kapal kami baru memutuskan untuk ke pulau kambing yang jaraknya sekitar 45 menit dari tanjung bira; akhirnya langit benar-benar terang dan kami bisa juga menikmati asin nya air laut di pulau kambing. Pulau ini tidak berpenghuni ; dan tidak ada pantainya ; tapi underwaternya masih bagus ; mirip seperti di pulau koding gareng keke makassar.  Airnya sangat jernih belum terkontaminasi sampah plastik yang biasa ada dimana-mana;  karang nya juga masih hidup semua,  ikan nya tapi tidak terlalu  beragam kami juga bertemu dengan bintang laut yang gemuk dan biru terang.

DSCN0780 DSCN0781 DSCN0782

Pulau ini tidak ada penduduknya; tapi pada saat kami sampai di tepian pulau ada beberapa penduduk yang kata bang husin yang membawa perahu kami mereka dari pulau liukang; kenapa disebut pulau kambing konon katanya di pulau ini pernah dilihat ada kambing berdiri disalah satu bukit nya. Kami cukup lama bermain air di pulau kambing karena sepi dan bagus. Salah satu dari anak-anak yang bermain di tepian pulau

DSCN0810 DSCN0811

mereka fasih sekali bermain perahu tanpa takut membelah laut dari liukang ke pulau kambing.  Hari itu hari sabtu, waktu ditanya “kok gak sekolah” ? mereka jawabnya wali kelas gak masuk jadi libur .

Setelah puas di pulau kambing kami menuju ke pulau leukang untuk makan siang; mampir dulu di tepi pantai nya untuk sekali lagi snorkling ; tapi karang disini tidak sebagus di pulau kambing; sehingga kami cepat saja merapat ke pantai untuk maksi.

IMG_1772

Pantai pulau leukang cukup bersih dan orang sudah ramai di resto satu-satunya tempat makan disana; lumayan cepat kami disajikan ikan bakar  namun kembali  ketemu wisatawan lokal yang volume suaranya super pol; agak pusing juga panas-panas makan ikan bakar pedas dengar orang bicara teriak-teriak;  Saya liat wisman agak berumur tidak makan di resto ini tapi mereka memilih duduk di depan teras rumah penduduk yang agak terpisah jauh dari resto.

IMG_2876
The Help versi Bulukumba
IMG_2883
rombongan hobi teriak-teriak

Setelah selesai makan siang kami keliling-keliling di pantai menikmati keindahan sekitar pulau ini; langit super cerah dan biru sekali; banyak kapal bersandar ke pulau ini menikmati hari libur

IMG_1775 IMG_2880 IMG_2893

Setelah puas kami langsung jalan lagi ke pantai bara; sebenarnya pantai bara ini bagian dari Tanjung bira; karena untuk mencapai pantai ini tidak harus naik kapal tapi bisa menyusuri pantai atau lewat rumah penduduk.

Sesampai disana pun agak ramai sudah pantainya; ada beberapa pasang wisatawan asing; anak-anak remaja dan kelompok lain dari luar kota; yang tiba-tiba menghampiri kami dan bertanya-tanya dari mana kami berasal dan lain sebagainya

IMG_2918 IMG_2966

Jam 5 kami pulang ke sunshine dan makan malam lagi di d’prahu dengan berjalan kaki

Hari Ke 3

Bangun pagi kami sudah dijemput untuk pulang ke Makassar ; Jam 9 kami jalan dan mampir dulu

di pabrik pembuatan perahu layar dan phinisi ; kebetulan saat itu versi phinisi baru saja selesai dan yang sedang dibuat adalah kapal kargo

besar sekali seperti bahtera nuh; kami diperbolehkan untuk naik ke atas dan melihat mereka sedang bekerja.

IMG_3025 IMG_3043 IMG_3090 IMG_3110

TRIP TO EAST LOMBOK – JEEVA BELOAM BEACH CAMP

Image

Baru pindah kerja membuat jadwal nge trip jadi terbatas, karena belum dapat jatah cuti tentunya .  Tapi melihat tanggalan merah ; Tahun baru Imlek 2014 yang jatuh hari Jum’at langsung membuat kaki gatal-gatal. Apalagi  Jakarta saat itu dikepung banjir dan cuaca hujan terus, membuat kaki kami gatal menggila.

Setelah browsing tiket dan lokasi akhirnya pilihan jatuh ke Pulau Lombok; karena saya dan yani memang belum pernah sama sekali ke pulau itu yang konon kabarnya memiliki pantai – pantai yang indah.

Timbul pertanyaan  dengan waktu yang singkat 3 hari  berangkat  Jumat dini hari dan pulang Senin dini hari ; cara trip apa yang enak, dengan harga yang masih masuk akal.  Sepakat kami memutuskan untuk ke tempat yang sepi namun ada pantai   pilihannya adalah Lombok Timur.  Hotelnya kami pilih Jeeva Beloam Beach Camp,  ini alamat web nya bila tertarik : www.jeevabeloam.com; email camp.host@jeevabeloam.com  telp 62(0) 370 693 035  Terletak di Jalan Pantai Beloam; Tanjung ringgit Sekaroh  Jerowaru Lombok Timur.

Room Rate nya memang agak sedikit mahal sekitar 280 USD / night  , tapi itu sudah termasuk B/L/D dan  jasa tour di sekitar  Tanjung ringgit.

Akhirnya kami sampai di Praya kota terdekat menuju ke Lombok Timur;  Menggunakan maskapai GA kami landing di Bandara  International  Lombok (BIL) Praya  –  Berangkat jam 6 pagi tiba di Praya jam 10 pagi langsung dijemput staff dari Jeeva seragam tshirt putih celana kembang-kembang biru  ala Hawaii

Praya itu lokasinya di lombok tengah dan Jeeva Beloam di Lombok timur memakan waktu 2,5 jam; ditengah perjalanan yani melihat buah durian kesuakaannya ; yang kebetulan memang sedang musim; maka turunlah kami dulu makan 3 butir buah durian khas mataram. Rasanya enak  seperti  durian sumatera namun tidak terlalu pahit dan beralkohol .

DAY 1

Sampai di Jerowaru daerah tempat Jeeva Beloam beach camp jalanan lumayan agak “bumpy” tapi untuk ukuran kami yang biasa mengalami jalan berlubang di Jakarta hal ini biasa saja, masih aman;

Image

Kami masuk di area Jeeva sekitar pukul 3 sore; dari pos jaga ke lokasi camp cukup jauh dan jalannya berbatu-batu; sesampai di area parkir yang kami lihat adalah rumput-rumput tinggi; dengan  terlihat atap beruga (rumah adat lombok) dibaliknya.

Kami naiki tangga yang  ada dan menuju ke lobby camp disambut dengan ramah oleh manager  camp; Haykal;  lalu kami diantar ke beruga#1 paling dekat dengan resto langsung tak sabar kami buka kamar kami; dan ternyata tempat tidurnya besar dan suasana nya nyaman sekali.

Sayang nya Listrik masih mati pukul 15 – 17  kami langsung guling-guling sebentar di kamar sambil melihat keluar pintu dua bukit icon dari Jeeva Beloam terlihat jelas dari kamar kami.

Image

Sudah puas berguling-guling sebelum makan siang kami mengelilingi lokasi pantai depan,

sayang nya tiba-tiba cuaca berubah menjadi gelap  membuat kami segera berlari kearah resto untuk makan.Image

Image

Walau hari agak mendung kami berniat mengikuti acara melihat sunset di pantai Sengui

Saat itu kami adalah satu-satunya tamu di tempat ini; rencananya sore nanti akan datang 1 orang lagi dari malaysia dan 1 couple dari amerika.

Image
yeayyy we’re the only guest here !!

Kami langsung membawa kamera kami tepat jam 4 dan menuju ke parkiran disitu sudah menunggu mobil bak terbuka ala Satpol PP;  sudah terbiasa dengan jalan ala backpacker kami memilih untuk duduk di belakang agar bisa melihat dengan jelas keadaan sekitar

Image

Yang kami lihat sepanjang perjalanan menuju ke pantai segui adalah view perkebunan jagung yang bentuknya berbagai macam; malahan ada perkebunan jagung di atas bukit yang menjorok ke arah laut ; sayangnya karena perjalanan agak bumpy kami agak sulit mengambil photo.

Tiba di pantai Segui lagi-lagi kami adalah satu-satunya pengunjung disini sambil mengobrol dan duduk-duduk di tepi pantai dialasi oleh tikar yang dibawakan oleh pengantar kami yang juga ternyata bertugas juga sebagai ahli terapi pijat ala lombok yang juga ditawarkan oleh jeeva beloam.

yeay !! we're the only guest sittin' on this beach
yeay !! we’re the only guest sittin’ on this beach

Karena cuaca kembali mendung maka kami tidak berhasil mengabadikan turunnya sang surya alias sunset itu; tapi tetap saja kami puas karena sudah cuci mata di Pantai Segui dengan pasirnya yang super putih dan alam yang sunyi senyap jauh dari keramaian yang sering kami alami di Jakarta.

Green Green Grass all the way...
Green Green Grass all the way…
2
Sunset nya pecah

Tak lama setelah sunset yang “pecah” dan tertutup awan hujan mulai turun; kami segera naik ke bagian depan mobil dan kembali ke camp.

Sesampai di camp kami langsung mandi di kamar mandi yang asik banget suasananya seperti di pedesaan tapi bersih dan hygienis

9
kamar mandi ala pedesaan

Setelah kami Mandi dengan  hot & cold shower kami langsung menuju ke resto disamping Beruga dan disana sudah ada tamu yang lain untuk makan malam tapi karena suasana private kami hanya saling melemparkan senyum kepada couple asia tapi warganegara USA itu; tidak lama masuk satu “bule” agak muda dengan buku ditangan setebal 10 cm langsung duduk dan order. Setelah makan langsung kami menuju kamar kecapean dan kekenyangan,

6

 Yani tidur agak gelisah sedangkan saya seperti biasa karena nyamannya kasur berkualitas bagus langsung tak sadarkan diri sampai pukul 3 pagi terbangun karena mau ke toilet buang air kecil.
DAY 2 :
Pagi-pagi rencana kami  mau sunrise an bangun seharusnya pukul 5 pagi tapi melihat cuaca agak mendung lanjut tidur sampai jam 7 lalu berkemas untuk wisata pantai dan mencoba pelampung baru.  Kami berangkat ke pantai Pink dengan mobil yang sama dipandu oleh 2 orang staff dari Camp.
Breakfast yang enak dan well garnish
Breakfast yang enak dan well garnish

Sampai di pantai Pink  yang sebenarnya namanya pantai Tangsi tetapi karena banyak pecahan-pecahan koral/batu karang di pantai ini yang berwarna merah sehingga dari jauh pantai ini seperti berwarna pink, Kami langsung siap-siap untuk kayaking;  Karena Kayak hanya muat 2 orang jadilah saya mengayuh sendiri kayak tersebut dengan Percaya diri mengingat sudah pengalaman kayaking di Phuket – thailand  dan di Halong bay vietnam .

Persiapan mau Kayaking
Persiapan mau Kayaking

Kami sudah melihat cuaca disekitar pantai agak tenang dan cukup cerah tetapi nun jauh diseberang pantai agak mengkhawatirkan karena agak gelap gulita awannya. Tapi karena sudah kangen dengan air laut kami tetap melaju dengan kayak kami menuju ke bukit di seberang pantai

Balik ke laut setelah karam di tengah pantai
Balik ke laut setelah karam di tengah pantai

Setelah karam sekali ke pantai kayak kami di dorong lagi ketengah laut; tetapi tiba-tiba hujan turun deras dan ombak nya tiba-tiba lumayan tinggi; saya dan yani langsung memacu kayak ke tepi pantai al hasil kami sampai di tepi pantai yang berkarang dan terbanting ombak ke pantai berkarang kaki saya terkena karang dan luka dibeberapa tempat demikian juga yani ;

masih senyum walaupun abis jatuh di atas karang
masih senyum walaupun abis jatuh di atas karang

Kru dari camp langsung berlari ke arah kami dari ujung pantai yang berbeda menyelamatkan dan menarik kayak ke tepi; akhirnya kami menunggu hujan reda lalu naik ke atas bukit melihat pemandangan dari atas dengan cuek seperti tidak terjadi apa-apa (memang nekat )

Pemandangan dari atas bukit ;
Pemandangan dari atas bukit ;
13
Pantai Pink atau pantai Tangsi diperebutkan oleh developer hotel untuk membangun resort
jeeva4
Pemandangan dari atas bukit pantai Pink Lombok ; ada karang bolong nya

Setelah hujan agak reda kami memberanikan diri untuk turun ke bawah dan snorkling ke arah karang sebelah kanan pantai. jeeva9awalnya ombak agak tenang; kami berdua diiringi pengawal kami snorkling ke bagian tengah;  setelah asik photo2 tiba-tiba arus deras sekali ; ikan-ikan disekitar saya kecil-kecil terlihat panik; saya pun langsung menuju ke pinggir karang berpegangan di karang yang agak curam dan tajam ; yani dan pengawal kami pun datang ke karang itu karena arusnya benar-benar kuat dan saya kecapaian.

Akhirnya puji Tuhan masih diberi umur panjang; pengawal kami yang panik berhasil memanjat karang yang cukup tinggi ; dan menarik yani ke atas; saya yang terakhir ditarik karena badan saya agak pendek sulit untuk memanjat bukit karang yang lumayan tinggi; akhirnya berhasil juga saya menaiki bukit karang dibantu oleh ombak yang cukup tinggi yang dapat membawa posisi saya agak ke atas dan memegang tangan yani dan pengawal kami sehingga bisa ditarik ke atas.

Benar-benar kejadian yang mencekam;  alhasil merayap di karang itu bagian pundak saya tergurat karang dan berdarah sedikit, dengkul bonyok, buku-buku tangan saya terkelupas semua akibat mencengkram karang tajam.

Tapi hal itu tidak membuat kami ketakutan; kami ketawa-ketawa sambil bersyukur membuat pengawal kami yang tadinya pucat pasi menjadi santai.

Pulang dari pantai pink kami tidak bernapsu kemana-mana lagi karena kaki sudah pegal dan lelah sekali akhirnya kami pulang dan istirahat sorenya kami minta pijat (additional cost )

jeeva1

 

DAY 3 ;

jeevaa9Kami bangun pagi dengan segar dan udara hari ke tiga ini cerah sekali ; berbeda sekali dengan hari-hari sebelumnya ;  setelah breakfast kami siap-siap packing untuk ke lombok ;  sebelum bebenah kami duduk-duduk di teras resto; Haykal manager incharge Jeeva beloam yang ramah tamah datang dan kami ngobrol seru ;  beliau mengusulkan untuk kami ke tanjung ringgit karena sangat sayang katanya kalau tidak ke sana ;

Segera kami berangkat dan mengucapkan terima kasih kepada semua kru ; diantar oleh waiter tercinta yang 3 hari sudah melayani kami + driver kami diantar ke tanjung ringgit dan menuju lombok tengah /praya.

Tanjung Ringgit
Tanjung Ringgit

 

Trip to RAJA AMPAT – West Papua

TRIP TO RAJA AMPAT

 

Raja Ampat adalah salah satu tujuan idaman kaum backpacker pecinta pemandangan alam laut. Kabarnya kalau sudah kesini baru lengkap portfolio travelernya.Karena masa liburan menikmati tabungan yang diberikan Tuhan kepada saya sudah habis maka saya langsung mencari jadwal trip terdekat ke Raja Ampat sebelum bekerja kantoran lagi.

 Panemo

Tanggal 10 november  – 16 november 2013

Dengan biaya cukup mahal di transportasi kala itu naik maskapai sriwijaya  dengan harga 3,6  jt PP saya ikut rombongan Stalagmite Adventure,  kira-kira total menghabiskan 10 jt Rupiah dengan konsep backpacker menginap di rumah penduduk, homestay dan kemping.

Begitu sampai di Sorong kami baru be

1-IMG_9983

rkenalan dengan rombongan lainnya  total kami 12 orang  kebetulan kami langsung cocok satu sama lain

Tiba di Sorong kami langsung naik kapal ke  Waisai ; disini kami menginap sehari ; kotanya kecil sekali PLN berfungsi pada malam saja ; itupun giliran disinilah kita masih bisa menikmati jaringan telko;  Kabar yang kurang mengenakan adalah Icon Raja Ampat yaitu wayag sedang di tutup sehingga kami kali ini berputar di daerah waigeo , batanta  dan gam.

Bermain di Resort orang
Bermain di Resort orang

1-IMG_0314 1-IMG_0360

Pemandangan disepanjang jalan  tidak membosankan ; kami bisa naik di atas kapal sambil menikmati pemandangan sekitar

airnya jernih sekali dan pasir dipantainya putih.

Anak - Anak Lokal yang ceria
Anak – Anak Lokal yang ceria

 

1-IMG_0065

Pohon di desa Saonek
Pohon di desa Saonek

 

Karena kami menginap di homestay maka kami kadang bisa berinteraksi dengan anak-anak disana;

Agak sedih kita melihat mereka ; di daerah yang indah ini tapi kehidupan mereka sangat susah dan pendidikan nya pun kurang memadai

Sadis sekali pemerintah yang tega mengkorupsi dana untuk mereka ini.

Panemo -  miniatur wayag
Panemo – miniatur wayag

Karena kami tidak bisa menaiki bukit kartz wayag maka kami dibawa ke panemo ; miniatur nya wayag;

bisa dilihat di fotonya walaupun agak sulit mendaki nya karena karang yang tajam tapi sesampai di atas

kita bisa langsung tahan nafas; pemandangan nya pokoknya tidak bisa diceritakan lebih baik dilihat sendiri

along the way atap 9pnemu

Rasanya mau share semua foto yang ada di dalam kamera saya, karena banyak sekali spot-spot yang benar-benar hanya bisa ditemukan di sana. Jadi menurut saya apabila Anda pencinta wisata alam; daripada berwisata ke singapura, malaysia dan vietnam ; biaya ke tiga negara itu bisa dikumpulkan untuk pergi ke raja ampat dan Anda pasti ingin lagi ke tempat indah ini;

DSCN0440 floating OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Underwaternya memang tiada duanya di dunia pantas saja orang dari eropa, amerika semua berdatangan ke sini ramai-ramai

Saya bersyukur sekali bisa menikmati semua ini, kalau ada kesempatan saya mau kesini lagi  ke wayag dan misool

See You Again R4
See You Again R4

Pacu jawi Sumatera Barat

Image

Setelah menangnya photo tentang pacu jawi di ajang lomba photo world press 2013 maka banyak turis mancanegara yang tertarik untuk melihat kegiatan ini. Hal itu membuat kami penasaran; Akhirnya kami memilih untuk melihat ajang penutupan pacu jawi ini dan kebetulan harga tiket dan jam keberangkatan lumayan memungkinkan untuk berangkat weekend; Berangkat Pagi hari sabtu jam 5 pagi dan pulang sore hari minggu ; Dari Padang 3 jam menuju kabupaten tanah datar dan menginap di Bukit tinggi.

Continue reading “Pacu jawi Sumatera Barat”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑